KULONPROGO, iNews.id – Sejumlah siswa Sekolah Dasar (SD) Maarif Nurul Jannah, yang terletak di Jomboran, Janten, Temon keracunan permen susu. Sembilan siswa harus dilarikan ke pos kesehatan desa (poskesdes) karena mengeluh pusing dan mual.
Permen susu yang diduga beracun atau sudah kadaluarsa tersebut didapat siswa dari sebuah warung di lingkungan sekolah. Permen yang dibeli dalam jumlah banyak kemudian dikonsumsi bersama oleh siswa kelas II A.
Memasuki jam istirahat atau sekitar pukul 09.00 WIB, para siswa mengonsumsi permen susu tersebut. Dari total sembilan siswa yang harus dilarikan ke poskesdes setempat karena keracunan, di antaranya ada yang mengonsumsi satu hingga empat butir.
Nabila salah satu siswa keracunan mengaku, mulai merasa pusing dua jam setelah mengonsumsi dua butir permen susu. Soal rasa, kata dia, tidak ada yang aneh kecuali rasa susu dan manis. Para siswa pun tak mengira permen tersebut akan membuat pusing dan mual.
"Tadi pusing, perut sakit terus dibawa ke poskesdes. Sekarang sudah tidak begitu pusing lagi," ucap Nabila.
Hal senada juga dikeluhkan oleh Menik Zulfa. Siswa yang menjadi santri di pondok sekolah ini juga mengeluhkan pusing dan sakit perut. Dia ikut dibawa ke Poskesdes. Zulfa mengaku, pusing dan mualnya mendingan usai makan dan minum obat.
"Sekarang sudah tidak pusing," kata Zulfa.
Zulfa mengaku, kurang sarapan sebelum berangkat ke sekolah. Foktor itu pula yang mempengaruhi kekebalan tubuhnya yang langsung anjlok usai mengonsumsi permen susu. Zulfa mendapat perawatan dari guru setelah mendapat pemeriksaan tim medis.
Annisa Zainil pun merasakan yang sama seperti Zulfa dan Nabila setelah mengonsumsi permen susu tersebut. "Tadi ikut makan, sempat pusing," ucap Annisa.
Rupanya membagi-bagikan makanan telah menjadi tradisi di kelas II A. Permen dikonsumsi massal tersebut merupakan bagian dari tradisi tersebut. "Kebetulan ada teman yang membagikan permen kepada siswa satu kelas. Ini menjadi tradisi untuk berbagi dengan teman-teman," katanya.
Sementara, istri dari pengelola dan penjaga sekolah Nurhayati mengaku tidak tahu persis insiden keracunan berjemaah tersebut. Dia pun baru diberi tahu pihak sekolah setelah waktu salat zuhur berkumandang. Meski begitu, sejauh ini kondisi para siswa berangsur membaik dan sudah bisa pulang k e rumah.
"Permen sudah diamankan, tadi ada polisi ke sini," ujar Nurhayati.