YOGYAKARTA, iNews.id - Dosen Teknik Kimia Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta, Doktor Zahrul Mufrodi berhasil mengubah sampah plastik jadi bahan bakar minyak (BBM).
Eksperiman Zahrul itu berawal dari keprihatinannya dengan masalah sampah plastik. Dia kemudian melakukan penelitian intensif hingga akhirnya mampu menghasilkan beberapa jenis minyak yang setara dengan minyak diesel (solar), minyak tanah dan premium.
“Kita masih lakukan penelitian agar bisa diolah menjadi minyak yang setara dengan avtur,” tutur Zahrul di laboratorium UAD, Selasa (21/11/2017).
Zahrul menuturkan, plastik memiliki kandungan energi yang cukup tinggi. Tidak hanya untuk menangani sampah tetapi juga jadi energi.
Untuk mendapatkan minyak, sampah plastik botol ini dimasukkan dalam mesim pembakar alat pirolisis. Dengan pemanasan hingga 500 derajat Celcius plastik akan terbakar dan menjadikan gas. Dari gas inilah akan muncul beberapa jenis minyak tergantung tingkat kondensinya.
"Untuk mendapatkan hasil maksimal minyak yang dihasilkan ini dicampur dengan katalis untuk menghasilkan minyak yang suhu lebih rendah. Residunya juga berupa arang dan bisa dikembangkan menjadi briket,” tuturnya.
Beberapa sampah plastik yang bisa dikembangkan adalah plastik dari polypropylene, polystyrene yang biasa untuk botol minuman sampai plastik yang high density polystyrene maupun yang low density polythylene.
“Sekitar 2 kilogram plastik bisa menghasilkan sekitar 1 liter minyak setara menyak tanah,” tuturnya.