Petani Klegen Kulonprogo Sukses Kembangkan Sistem Mina Padi

Kuntadi
Sistem mina padi yang dikembangkan petani Dukuh Klegen, Desa Sendangsari, Kecamatan Pengasih, Kulonprogo, berhasil meningkatkan produksi padi dan ikan. (Foto: iNews/Kuntadi)

KULONPROGO, iNews.id – Warga Dukuh Klegen, Desa Sendangsari, Kecamatan Pengasih, Kulonprogo, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), berhasil mengembangkan sistem mina padi. Dalam satu petak bidang tanah, tanaman padi dikembangkan bersamaan dengan budidaya ikan nila. Sistem ini diyakini akan menguntungkan petani karena tidak hanya bisa memanen padi, tetapi juga ikan dalam satu waktu.

Sistem mina padi ini dikembangkan oleh petani yang tergabung dalam Kelompok Pembudidaya Ikan (Pokdakan) Sido Kopen. Untuk tahap awal, mereka hanya mengembangkan mina padi di atas lahan seluas satu hektare (ha). Namun melihat hasil yang diperoleh, banyak petani lain yang tertarik untuk mengembangkan sistem ini.

Ketua Pokdakan Sido Kopen, Sumardi mengatakan, awalnya warga hanya menanam padi di atas lahan. Namun, mereka tertantang untuk mengembangkan sistem mina padi dengan melimpahnya air yang mengalir. Apalagi di Desa Sendangsari juga terdapat balai benih ikan.

Sebelum menerapkan sistem ini, hasil panen petani hanya sekitar 7,9 ton dalam setiap hektare (ha). Namun, kini dengan sistem mina padi, hasilnya naik mencapai 9,4 ton. “Luas untuk tanaman padi memang kurang, tetapi produksinya meningkat,” ujarnya.

Petani kini tidak hanya untung dalam produksi gabah saja. Dalam sekali masa panen, mereka juga bisa memanen ikan. Bahkan, ikan nila yang dikembangkan juga berkembang biak sangat cepat. “Untuk hasil ikan ini belum kami hitung. Yang jelas, padi meningkat dan kami masih dapat keuntungan ikan,” tuturnya.

Kepala Dinas Kelautan, Perikanan dan Peternakan Kulonprogo Sudarno, mengakui dalam sistem mina padi, luasan lahan tanam akan berkurang. Sebab, ada sebagian yang harus dikosongkan untuk kolam ikan. Hal ini menjadi kekhawatiran bagi petani jika produksi akan menurun.

Kenyataannya, luas lahan yang berkurang tidak berdampak pada penurunan produksi padi. Justru, hasilnya meningkat hingga satu ton. Peningkatan ini tidak lepas dari pupuk alami yang dihasilkan dari kotoran ikan. Pupuk ini cukup bagus untuk perkembangan tanaman padi. “Ini sangat menguntungkan dan akan kami kembangkan lagi,” tuturnya.

Sudarno mengatakan, Dinas Kelautan, Perikanan dan Peternakan Kulonprogo siap untuk mendampingi para petani. Mereka akan memaksimalkan petugas penyuluh lapangan (PPL). Bahkan, pemerintah daerah siap membantu benih dan sistem pengolahan sampai menjembatani dengan pedagang ikan.

Editor : Maria Christina
Artikel Terkait
15 hari lalu

Buaya Berkeliaran di Sawah Warga Wajo, Petani Nyaris Injak Langsung Loncat

31 hari lalu

Rebutan Air Irigasi Sawah, Petani di Sragen Tewas Ditikam Tetangga

31 hari lalu

Ditusuk Tetangga saat Jogging, Kakek 65 Tahun di Sragen Tewas Mengenaskan

1 bulan lalu

Tragis! Petani di Malang Tewas Terjebak Api saat Padamkan Kebakaran Lahan Tebu

3 bulan lalu

Tragis! Petani di Lamongan Tewas Dipukul Tetangga gegara Dituduh Isu Santet

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal