SENIN (11/12/2017), pasangan ganda putra terbaik Indonesia, Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF) mendaulat Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon sebagai pemain putra terbaik 2017.
Jika merunut sejarah dan prestasinya, siapa sajakah yang terbaik? Berikut 10 nama pebulu tangkis terhebat yang pernah ada dari seluruh dunia versi iNews.id, dan Indonesia mencatatkan empat nama.
1. Lin Dan
Siapa yang tak kenal Lin Dan? Pebulu tangkis legendaris asal China itu dikenal dengan panggilan Super Dan, julukan yang diberikan Peter Gade, rivalnya asal Denmark. Publik dunia, mengakuinya sebagai pebulu tangkis tunggal terbaik sepanjang sejarah. Dia orang pertama dan satu-satunya yang melengkapi Super Grand Slam di usia 28, termasuk seluruh 9 titel utama di kejuaraan bulu tangkis internasional.
Pria kelahiran 14 Oktober 1984 itu tercatat dua kali meraih medali emas Olimpiade, lima kali juara dunia, serta enam kali kampiun All England. Dia juga menjadi pemain tunggal putra pertama yang mempertahankan medali emas Olimpiade setelah memenangkannya pada 2008 dan kembali meraihnya pada 2012.
2. Lee Chong Wei
Pebulu tangkis keturunan China Lee Chong Wei merupakan wakil Malaysia keenam yang meraih medali di Olimpiade. Dia menjadi orang Malaysia pertama yang mencapai final nomor tunggal putra Olimpiade sebanyak tiga kali di Beijing 2008, London 2012, dan Rio de Janeiro 2016. Sayang semuanya berakhir dengan kekalahan dan dia hanya meraih medali perak.
Biar begitu, Perdana Menteri Malaysia Najib Tun Razak menganugrahkannya sebutan pahlawan nasional dan menyematkan titel Dato’ atas kontribusinya dalam kemajuan olahraga di negara tersebut. Lee pernah menduduki ranking 1 dunia selama 199 pekan sejak 21 Agustus 2008 sampai 14 Juni 2012 yang membuatnya menjadi satu-satunya pebulu tangkis Malaysia yang bertahan di posisi teratas dunia lebih dari setahun.
3. Taufik Hidayat
Nama Taufik Hidayat tercatat sebagai salah satu legendaris bulu tangkis Indonesia. Dia memegang rekor juara enam kali di Indonesia Terbuka (1999, 2000, 2002, 2003, 2004 dan 2006). Bukan hanya jago kandang, pria kelahiran Bandung, 10 Agustus 1981 itu juga pernah meraih medali emas Olimpiade 2004 di Athena.
Pada 2005, Taufik juga sukses menjuarai kejuaraan dunia, dan dua kali menjadi runner up, serta pernah meraih tiga medali emas, satu perak, dan dua perunggu di Asian Games, dua emas, satu perak, dan tiga perunggu di Piala Thomas, dua emas di SEA Games, dan tiga emas, dua perak, serta satu perunggu pada Kejuaraan Asia.
4. Rudy Hartono
Rudy Hartono merupakan satu-satunya pebulu tangkis Indonesia yang sukses delapan kali memenangkan nomor tunggal putra All England yang tujuh di antaranya diraih secara beruntun sejak 1968 sampai 1974. Sepanjang kariernya, dia hanya sekali bertarung pada Kejuaraan Dunia dan menjuarainya pada 1980 di Jakarta.
Selain kejuaraan bulu tangkis internasional, Rudy juga mencatatkan namanya sebagai peraih medali emas pada Olimpiade 1972 di Munich saat olahraga tersebut masuk sebagai bagian program di multievent antarnegara itu untuk pertama kalinya.
5. Gao Ling
Pebulu tangkis legendaris asal China itu dikenal dengan ketangguhan, konsistensi, dan antisipasinya. Bermodal dengan itu dia menjadi salah satu pemain ganda paling sukses dalam sejarah bulu tangkis wanita. Dua emas pada Olimpiade Sydney 2000, dan Athena 2004 untuk kelas ganda campuran, plus satu perak pada 2004, dan satu perunggu pada 2000 untuk kelas ganda putri menjadi yang terbanyak dari pemain mana pun.
Gao pernah memenangkan hampir seluruh turnamen papan atas dunia. Empat kali medali emas, tiga di antaranya dari nomor ganda putri berduet dengan Huang Sui (2001, 2003, dan 2006), dan satu dari ganda campuran dengan Zhang Jun (2001) pada Kejuaraan Dunia plus empat perak, dan satu perunggu memperkaya etalase prestasinya. Bersama Zhang, dia juga memenangkan medali emas ganda campuran dua kali beruntun pada Olimpiade 2000 dan 2004. Sementara bersama Huang Sui, dia juga meraih enam kali juara ganda putri secara beruntun pada All England sejak 2001 sampai 2006.
6. Susi Susanti
Posturnya yang relatif mungil tak menghilangkan ketangguhan Susi Susanti di lapangan. Kombinasi pergerakan yang cepat dan anggun serta tehnik pukulan yang mematikan membuatnya menjadi salah satu pebulu tangkis wanita paling sukses di muka bumi. Dia tercatat menjadi peraih medali emas pertama untuk Indonesia pada Ompimpiade 1992 di Barcelona.
Sekali menjadi juara dunia pada 1993 di Birmingham, dan dua kali menduduki peringkat 3 pada 1991, dan 1995 menjadi bagian perjalanan kariernya selain membantu tim Merah Putih dua kali meraih Piala Uber pada 1994 di Jakarta, dan 1996 di Hong Kong. Dia juga menjadi bagian Indonesia kala menggondol Piala Sudirman 1989.
7. Tony Gunawan
Di era kejayaannya, Tony Gunawan diakui sebagai salah satu pebulu tangkis pria nomor ganda terhebat dalam sejarah. Dia pernah meraih medali emas pada Olimpiade 2000 untuk Indonesia berduet dengan Candra Wijaya. Selain itu untuk Merah Putih dia juga mempersembahkan titel medali emas pada Kejuaraan Dunia berduet dengan Halim Haryanto.
Tony juga menjadi skuad yang membawa Indonesia kampiun Piala Thomas 2000 dan bersama partnernya yang lain Rexy Mainaki memenangkan duel final kontra China. Selain untuk Indonesia, dia juga pernah meraih juara saat mewakili Amerika Serikat pada Kejuaraan Dunia 2005 saat berduet dengan Howard Bach mengalahkan duo Indonesia Candra Wijaya dan Sigit Budiarto di final.
8. Morten Frost Hansen
Menghabiskan dua belas tahun di tiga besar ranking dunia menegaskan kebintangan Morten Frost Hansen. Oleh para fans-nya dan media, dia dijuluki Mr. Badminton karena sukses memenangkan hampir seluruh kejuaraan papan atas kecuali Kejuaraan Dunia.
Pebulu tangkis Denmark itu menjuarai All England empat kali pada 1982, 1984, 1986, dan 1987. Dia juga pernah dua kali kampiun Kejuaraan Eropa pada 1984 dan 1986, serta mengukir rekor tujuh kali juara secara beruntun Kejuaraan Nordic sejak 1978 sampai 1984, dan kembali naik podium utama pada 1988. Tujuh kali juara Denmark Terbuka tujuh kali beruntun dari 1980 sampai 1986, dan kembali kampiun pada 1989 juga menghiasi riwayat hidupnya.
9. Li Lingwei
Mantan ratu bulu tangkis China ini dikenal sebagai salah satu yang terhebat sepanjang sejarah. Li Lingwei seorang pemain yang sangat pandai memaksimalkan lebar lapangan dan juga piawai bermain di sisi net. Dia tercatat dalam Hall of Fame Bulu tangkis Internasional pada 1998.
Di nomor tunggal putri dia dua kali memenangkan Kejuaraan Dunia pada 1983 dan 1989, dan sekali meraih posisi runner up pada 1987. Di nomor ganda putri, berpasangan dengan Han Aiping, dia sekali menjadi juara dunia pada 1985, dan menjadi runner up pada 1987. Selain itu, dia empat kali menjuarai Grand Prix Dunia.
10. Han Aiping
Pesona Han Aiping terpancar sebagai salah satu yang terbaik dalam bulu tangkis wanita dunia. Dia terkenal dengan pukulan overhead-nya yang mematikan yang membuatnya mendominasi tunggal putri pada era 1980-an.
Di nomor tunggal putri dia memenangkan dua kali Kejuaraan Dunia pada 1985, dan 1987, dan sekali menjadi runner up pada 1983. Dia juga berhasil dua kali kampiun Grand Prix Dunia pada 1984, dan 1988. Di nomor ganda putri, berduet dengan Li Lingwei, dia sekali menjadi juara dunia pada 1985, dan sekali finis di nomor dua pada 1987.