AALST, iNews.id – Teka-teki masa depan Marc Marquez di Honda terjawab sudah. Sempat dikabarkan akan hengkang ke KTM, pembalap bernomor 93 itu akhirnya resmi memperpanjang kontrak bersama pabrikan motor asal Jepang tersebut selama dua tahun hingga 2021.
Usai memperpanjang masa baktinya, Marquez mengaku sangat gembira dan berhsrat untuk tampil semaksimal mungkin untuk dua musim ke depan. Tak tanggung-tanggung dia pun menargetkan untuk mempersembahkan lebih banyak gelar bagi pabrikan yang bermarkas di Aalst, Belgia itu.
“Saya bangga dan bahagia bisa membalap untuk Honda di MotoGP. Saya menghargai seluruh kebaikan dari tim ini, yang selalu memberikan motor terbaik. Saya juga ingin mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang mendukung saya selam bertahun-tahun. Saya berjanji akan terus tampil maksimal,” kata Marquez dikutip Fox Sports.
Sementara itu, presiden Honda Racing Corporation (HRC) Yoshisige Namura merespons perpanjangan kontrak pembalap yang berjuluk The Baby Alien itu.
“Saya sangat senang mendengar Marc Marquez akan terus menunggangi motor kami. Cara membalap dia sudah sangat konsisten. Itu menunjukkan kalau dirinya merupakan pembalap yang sudah matang. Semoga kami memiliki misi yang sama untuk memberikan banyak trofi untuk Honda,” tutur Nomura.
Usai memperpanjang kontrak, kini Marquez tentunya berhasrat untuk mengukir tinta emas baru bersama Honda. Ya, pembalap kelahiran Carvera Spanyol itu bergabung bersama Honda sejak 2013 setelah naik kelas dari Moto2.
Hebatnya, walau berstatus rookie, dia langsung jadi kampiun pada musim pertamanya berlaga di kelas teratas balap motor paling bergengsi di dunia itu. Dia pun mencatat rekor sebagai pembalap termuda yang berhasil menjuarai MotoGP yakni 20 tahun. Marquez berhasil menyingkirkan pembalap senior seperti Valentino Rossi dan Jorge Lorenzo.
Pada musim selanjutnya, The Baby Alien kembali menunjukkan performa gemilang dengan kembali merengkuh gelar juara dunia. Baru pada musim 2015, dia gagal jadi kampiun setelah hanya finis di posisi ketiga klasemen pembalap. Kendati begitu, dia mampu membayar kegagalan tersebut dengan menjadi juara pada dua musim berikutnya (2016 dan 2017).