MICHIGAN, iNews.id – Petenis wanita asal Amerika Serikat Serena Williams membeberkan kisah pilunya usai melahirkan anak pertamanya, Alexis Olympia Ohanian Jr pada September tahun lalu. Menurutnya, pengalaman tersebut merupakan salah satu momen terburuk selama hidupnya.
Williams mengutarakan perjuangannya saat melahirkan dalam sebuah wawancara dengan majalah Amerika, Vogue. “Setelah melahirkan, semua menjadi buruk," ujar Williams dikutip Yahoo Sports.
Awalnya dia merasa masa kehamilannya berjalan dengan lancar dan sehat. Namun saat kontraksi awal terjadi, detak jantung bayi dalam kandungannya terdeteksi menurun. Hal tersebut yang membuat dokter memutuskan untuk melakukan proses persalinan secara caesar (c-section).
Setelah bedah caesar selesai dan putrinya lahir ke dunia, masalah baru pun timbul. Williams yang memiliki riwayat penyakit penggumpalan darah harus berhenti mengonsumsi obat pengencer darah agar luka bedahnya bisa sembuh.
Keesokan harinya, petenis berusaia 36 tahun itu pun mengeluhkan rasa sesak dan gatal pada dadanya. Williams pun tak kuasa menahan batuk, hingga membuat jaitan caesarnya terbuka. Dokter pun dengan sigap menjahit ulang perut petenis kelahiran Saginaw, Michigan itu.
Setelah itu, dia pun meminta pihak rumah sakit untuk melakukan CT Scan karena rasa sesak pada paru-parunya tak kunjung hilang. Benar saja, usai dilakukan CT scan, ditemukan hematoma (gumpalan darah) pada paru-paru Williams. Itu merupakan efek samping dari pantangan untuk mengonsumsi obat pengencer darah.
Tak ingin terjadi hal yang tidak diinginkan, pihak rumah sakit memutuskan untuk kembali menaikkan Williams ke meja operasi. Petenis yang terkenal dengan smash keras itu pun akhirnya diberikan filter pada paru-parunya agar penggumpalan darah tak kembali terjadi.
Trauma medis itu yang membuat dirinya hingga kini belum kembali mengayunkan raket. Pada awalnya dia menargetkan ikut serta dalam turnamen Australia Terbuka, yang dia menangi saat masih hamil muda tahun lalu. Namun niat itu kembali tak terlaksanan, usai dia menilai kebugaran tubuhnya masih belum pulih sepenuhnya.
Target selanjutnya yakni Prancis Terbuka, dia tentunya ingin meraih gelar Grand Slam ke-24 sesegera mungkin. Itu yang menjadi motivasinya untuk terus berusaha pulih dari trauma medis yang dialaminya.
“Mungkin itu tidak perlu dikatakan lagi. Saya benar-benar menginginkan lebih banyak Grand Slam. Saya ingin meraih gelar Grand Slam yang ke-24, bahkan tak menutup kemungkinan jika saya mencapai angka 25,” kata Williams.