MILAN, iNews.id - Kekalahan telak AC Milan dari Hellas Verona 0-3 di Stadion Marc Antonio Bentegodi, Minggu (17/12/2017) membuat pelatih Gennaro Gattuso menjadi sosok yang paling disalahkan. Pria berusia 39 tahun itu pun dikabarkan telah mengajukan pengunduran diri.
Namun, Milan membantah kabar itu. Sebelumnya, Gattuso ditunjuk untuk menangani I Rossoneri, menggantikan Vincenzo Montella yang dipecat akhir November lalu, karena dianggap tak mampu meningkatkan performa tim besar Italia tersebut.
Tetapi, ditangannya tak ada perubahan signifikan pada penampilan Milan. Faktanya, dari lima pertandingan di semua ajang, Gattuso hanya mampu memberikan dua kemenangan.
Sempat dipercaya adanya peningkatan setelah kemenangan dari Sampdoria (2-1) di Serie A dan Verona (3-0) di Coppa Italia, Gattuso harus melihat timnya luluh lantak menghadapi lawan yang sempat dikalahkannya. Hujatan untuknya pun kian mendera.
Bahkan pria yang dijuluki Rino saat masih bermain itu, disebut sebagai pelatih pengganti terburuk, karena posisi Milan melorot ke peringkat delapan klasemen sementara Serie A. Padahal saat Montella dipecat, Gianluigi Donnarumma dkk ada di peringkat ketujuh.
Gattuso tampaknya merasa kondisi Milan saat ini menjadi tanggung jawabnya, sehingga isu pengunduran dirinya pun merebak. Namun, juru bicara klub mengungkapkan kepada kantor berita Italia, ANSA bahwa kabar tersebut tidaklah benar.
Bahkan skuad Milan dikabarkan akan melakukan pemusatan latihan di Milanello hingga waktu yang belum ditentukan. Imbasnya, acara makan malam tahunan mereka di Malam Natal harus dibatalkan.
“AC Milan mengumumkan tim akan melakukan latihan dimulai dari kemarin, hingga pemberitahuan lebih lanjut,” bunyi pernyataan akun resmi Twitter Milan. Il Diavolo Rosso –julukan lain Milan- akan menghadapi laga berat pada dua pertandingan selanjutnya.
Mereka akan melawan Atalanta, Minggu (24/12/2017) dini hari WIB di liga, dan Inter Milan, Rabu (27/12/2017) di ajang Coppa Italia. Gattuso pun diharapkan bisa membangun kekuatan Milan kembali, setelah periode buruk tersebut.
Jika tidak, bukan tak mungkin Milan akan memecat mantan pelatih tim primavera-nya tersebut. Kondisi yang sama, pernah dirasakan Gattuso ketika menangani klub Swiss, FC Sion dan juga Palermo.