Cetak 2 Gol ke Gawang Leichtenstein, Quagliarella Ukir Rekor Unik

Reynaldi Hermawan
Striker senior Fabio Quagliarella merayakan salah satu golnya saat Italia pesta 6-0 atas Leichtenstein pada kualifikasi Grup J Piala Eropa 2020 di Enio Tardini, Rabu (27/3/2019) dini hari WIB. (Foto: uefa.com)

PARMA, iNews.id – Striker senior tim nasional Italia Fabio Quagliarella mengukir rekor unik usai menyumbang gol dalam kemenangan 6-0 atas Leichtenstein pada kualifikasi Grup J Piala Eropa 2020 di Enio Tardini, Rabu (27/3/2019) dini hari WIB. 
 
Bomber Sampdoria itu membukukan dua gol dari titik putih pada menit ke-35 dan 45. Sementara empat gol lainnya disarangkan Stefano Sensi (17), Marco Veratti (32), Moise Kean (69) dan Leonardo Pavoletti (76). 
 
Berkat torehan tersebut, Quagliarella dinobatkan sebagi pemain tertua yang mencetak gol untuk Gli Azzurri yakni di usia 36 tahun dan 54 hari. Catatan itu melewati rekor sebelumnya yang dipegang Christian Panucci (35 tahun dua bulan) ketika mencetak gol ke gawang Rumania, 13 Juni 2008. 
 
Dilansir Football Italia, itu juga pertama kalinya Quagliarella dipercaya sebagai stater sejak laga uji coba melawan Swiss yang berakhir imbang 1-1 pada 5 Juni 2010. Dalam laga tersebut, dia juga menyumbang gol.  
 
Baginya, itu juga pertama kalinya dia menjadi starter timnas Italia di kompetisi resmi sejak kemenangan 3-2 atas Siprus pada Kualifikasi Piala Dunia 2010, 14 Oktober 2009. Uniknya, pertandingan itu juga digelar di Stadion Enio Tardini. 
 
Usai pertandingan, Quagliarella mengucapkan terima kasih kepada rekan setimnya yang sudah memberikannya kesempatan menendang penalti, terutama untuk Jorginho dan Leonardo Bonucci.  
 
“Saya berterima kasih kepada Jorginho dan Bonucci. Mereka mendesak saya untuk mengambil penalti. Saya pikir setelah penalti pertama, salah satu di antara mereka akan mengambil kesempatan kedua. Tapi mereka mengatakan kalau itu malam saya dan wajib dinikmati,” kata Quagliarella kepada Rai Sport
 
“Saya berusia 36 tahun, tetapi tidak merasakannya. Saya senang, dalam kondisi fisik yang baik. Saya berlatih dengan baik bersama Sampdoria. Saya berterima kasih kepada Roberto Mancini (pelatih) yang memperhatikan saya sepanjang musim dan memberi saya kesempatan bermain,” ujarnya. 
 
Terlepas dari rekor tersebut, kemenangan itu membuat Italia nyaman di puncak klasemen Grup J berbekal 6 poin, unggul dua angka dari Yunani dan Bosnia dan Herzegovina di tempat kedua dan ketiga. 

Editor : Abdul Haris
Artikel Terkait
Soccer
4 hari lalu

Claudio Ranieri Siap Jadi Pelatih Timnas Italia: Kalau Negara Memanggil, Saya Bilang Ya!

Soccer
16 hari lalu

Presiden Federasi Blak-blakan Sebut Italia Tak Layak ke Piala Dunia 2026

Soccer
22 hari lalu

Dino Zoff Bikin Geger: Italia Harus Ambil Tiket Piala Dunia 2026 dari Iran Meski Tak Sportif

Soccer
22 hari lalu

Pemerintah Italia Tegas! Tolak Mentah-Mentah Gantikan Iran di Piala Dunia 2026

Soccer
23 hari lalu

Heboh! Utusan Trump Usul Italia Gantikan Iran di Piala Dunia, Apa Sikap FIFA?

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal