CIBINONG, iNews.id – Tim nasional Indonesia U-23 hanya bisa bermain imbang tanpa gol kontra Korea Utara (Korut) U-23 pada matchday kedua PSSI Anniversary Cup di Stadion Pakansari, Cibinong, Senin (30/4/2018) malam. Hasil tersebut membuat mereka dipastikan gagal merengkuh trofi.
Dengan satu laga tersisa, Garuda Muda masih terdampar di dasar klasemen dengan nilai 1. Mereka tertinggal dari Uzbekistan dan Korut di tangga kedua serta ketiga. Serta masih berbeda tiga angka dari Bahrain yang pada laga sebelumnya bermain imbang 3-3 melawan Uzbekistan.
Pada laga yang disiarkan langsung oleh RCTI itu Indonesia tampil menyerang, namun kesulitan menjebol gawang lawan.
Pelatih Indonesia Luis Milla masih memakai skema yang sama seperti laga pertama melawan Bahrain U-23, yakni 4-5-1. Bedanya, kali ini nakhoda berpaspor Spanyol itu mempercayakan targetman kepada striker naturalisasi Ilija Spasojevic. Pada laga sebelumnya, dia memainkan Lerby Eliandry sebagai ujung tombak.
Racikan Milla ternyata membuat lini serang Garuda Muda lebih hidup. Mereka sudah mengancam gawang lawan kala pertandingan bergulir lima menit. Mendapat ruang, Febri Haryadi melepaskan tendangan keras dari luar kotak penalti. Sayang usaha gelandang Persib Bandung itu masih bisa diantisipasi Kiper Korut Kim Yu-il.
Empat menit berselang, giliran Spaso yang menebar ancaman. Berawal dari kemelut di mulut gawang Korut, bomber bernomor punggung 9 itu dengan cerdik melepaskan tembakan mendatar. Namun sepakan terukurnya masih membentur tiang gawang.
Tak mau terus-terusan diserang, Korut mengambil inisiatif serangan. Memanfaatkan umpan lambung dari tendangan bebas, So Jong-hyok mampu menanduk bola pada menit ke-29. Belum beruntung, sundulannya masih menyamping di sisi kanan gawang Indonesia yang dijaga Awan Setho.
Untuk menambah daya gedor, Milla memainkan Osvaldo Haay menggantikan Saddil Ramdani pada awal babak kedua. Strategi tersebut membuat lini kedua Garuda Muda lebih hidup. Berawal dari kerja sama apik, Septian David Maulana hampir memecah kebuntuan pada menit ke-53. Sayang sepakan kerasnya masih belum menemui sasaran.
Tak putus asa, pasukan Milla terus membombardir pertahanan Korut. Spaso hampir membuat publik stadion bergemuruh pada menit ke-88. Sayang tembakan pemain naturalisasi itu masih menyamping di sisi gawang Kim Yu-il. Hingga laga berakhir, Garuda Muda tetap tak bisa mencetak gol.
SUSUNAN PEMAIN
KOREA UTARA U-23 (4-4-2)
Kim Yu Il; O Chol Hyok, Song Kum Song, Kim Nam Il, An Song Il; Jon Se Gye (Kim Chung Il 72), Kim Kum Chol, So Jin Hyok, Kang Kuk Chol (Jo Kwang Myong 86); Jo Sol Chong, So Jong Hyok (Jong Kum Song 61)
Pelatih: Ju Song Il
INDONESIA U-23 (4-5-1)
Awan Setho; Gavin Kwan, Hansamu Yama, Andy Setyo (Bagas Adi 80), Ricky Fajrin; Febri Haryadi, Muhammad Hargianto, Zulfiandi, Septian David Maulana (Evan Dimas 70), Saddil Ramdani (Osvaldo Haay 46); Ilija Spasojevic
Pelatih: Luis Milla