MADRID, iNews.id – Nama Michael Oliver seketika menjadi buah bibir para penikmat sepak bola di seluruh dunia. Wasit berdarah Inggris itu mendadak terkenal akibat keputusan kontroversial yang dibuatnya saat memimpin laga Real Madrid kontra Juventus pada leg kedua perempat final Liga Champions di Santiago Bernabeu, Kamis (14/2/2018) dini hari WIB.
Pada laga tersebut, Juve tengah di ambang comebcak setelah berhasil mengunci keunggulan tiga gol berkat sumbangan Mario Mandzukic (dua gol) dan Blaise Matuidi. Namun, momen kebangkitan Si Nyonya Tua dirusak Oliver yang memberikan penalti kepada Madrid ketika masa injury time memasuki menit ketiga.
Keputusannya itu sontak membuat para pemain Juve terpancing emosi dan meluapkan kemarahannya. Bahkan kiper senior mereka Gianluigi Buffon, tak kuasa membendung amarah dan melampiaskannya kepada Oliver.
Namun, pengadil berusia 33 tahun itu bergeming dan memberikan kartu merah kepada Buffon yang memaksanya keluar lapangan. Keputusannya pun tak berubah, Madrid akhirnya bisa mencetak gol lewat titik putih yang dieksekusi Cristiano Ronaldo sekaligus memperkecil kedudukan menjadi 1-3.
Satu gol Ronalo itu memastikan kelolosan Madrid ke semifinal untuk kedelapan kalinya selama delapan musim beruntun berkat keunggulan agregat 4-3. Sementara skuat Juve harus pulang ke Turin dengan kepala tertunduk sambil menahan rasa kesal akibat kebijakan Oliver.
Saking kecewanya, Buffon bahkan menyebut kalau Oliver tidak memiliki hati di dadanya, melainkan sebuah tempat sampah. Kiper berusia 40 tahun itu mengutuk keputusan pengadil lapangan kelahiran Ashington itu.
Musim ini, Oliver sudah memimpin pertandingan Liga Champions sebanyak lima kali. Namun, dari kesuluruhan laga tersebut dia sudah mengeluarkan 26 kartu kuning dan dua kartu merah, termasuk yang dia berikan kepada Buffon.
Tak hanya di pentas Eropa, Oliver juga pernah membuat Pelatih Liverpool Juergen Klopp jengkel di Premier League, pada 25 November 2017. Kala itu, dia memimpin pertandingan The Reds yang tengah unggul 1-0 kontra Chelsea di Anfield.
Memasuki menit 80, Klopp ingin memainkan Adam Lallana dan Sadio Mane. Namun entah apa alasan Oliver, dia justru mengabaikan niat mantan pembesut Borussia Dortmund itu dan melanjutkan pertandingan.
Anehnya, Oliver justru mengizinkan Chelsea melakukan pergantian pemain. Pelatih The Blues Antonio Conte memainkan Willian untuk menggantikan Davide Zapacosta pada menit ke-83. Di situ amarah Klopp mulai terbakar. Terlebih, Willian berhasil mencetak gol penyama kedudukan dua menit kemudian.
Usai gol tersebut, Oliver baru mengizinkan Mane dan Lallana masuk ke dalam lapangan, namun kehadiran keduanya dianggap terlalu telat dan tak bisa mengubah papan skor. Pada konferensi pers Klopp langsung mencurahkan kekesalannya pada Oliver saat konferensi pers.
“Saya tak mengerti mengapa wasit tak mengizinkan kami melakukan pergantian pemain. Saya hanya ingin mengubah skema 4-4-3 menjadi 5-3-2 untuk bisa mempertahankan keunggulan,” ujar Klopp dengan nada kesal dikutip Metro.
“Usai pertandingan saya berdiskusi dengannya, dan dia mengatakan kalau pergantian kami akan memakan waktu lama. Saya benar-benar tak habis pikir dengan jawabannya. Saya tambah kesal karena dia membiarkan Willian masuk,” ujar juru taktik berpaspor Jerman itu.
Terlepas dari segala kontroversi yang dia buat, Oliver sebenarnya memiliki jenjang karier yang cukup apik di dunia perwasitan. Dia memulai kariernya di dunia perwasitan akibat permintaan ayahnya Clive saat masih berusia 14 tahun. Dia dengan cepat dipromosikan ke jajaran wasit nasional pada 2007 silam.
Oliver mulai meniti karier sebagai wasit termuda di Premier League, saat memimpin pertandingan antara Fulham dan Portsmouth. Namun cuaca buruk membuat pertandingan harus ditunda. Cedera engkel juga sempat memaksanya naik ke meja operasi dan absen hingga April.
Akhirnya, dia memimpin laga perdana di Premier League ketika Birmingham City bentrok dengan Blackburn Rovers, Agustus 2010. Oliver memecahkan rekor sebagai wasit termuda, yakni 25 tahun dan 182 hari. Sebelumnya, torehan itu dimiliki Stuart Altwell.
Ketekunannya pun berbuah hasil manis. Oliver mendapatkan lencana wasit dari Federasi Sepak Bola Dunia (FIFA) pada 2012, sekaligus memberikannya lampu hijau untuk memimpin pertandingan internasional.
FIFA pun menunjuknya untuk memimpin laga final Piala Dunia U-17 di Chile, 2015 silam. Kemudian, pria yang pernah dianggap sebagai wasit muda berbakat itu akhirnya terpilih sebagai salah satu wasit elite Eropa pada 2018.