Jatim Juara GSI 2018, Coach Indra: Ajang Ini Pas untuk Timnas U-16

Diaz Abraham
Pelatih Tim Nasional (Timnas) Indonesia U-19 Indra Sjafri ikut menyoroti kompetisi antarsiswa menengah pertama (SMP) bertajuk Gala Siswa Indonesia (GSI) 2018. (Foto: iNews.id)

JAKARTA, iNews.id - Pelatih Tim Nasional (Timnas) Indonesia U-19 Indra Sjafri ikut menyoroti kompetisi antarsiswa menengah pertama (SMP) bertajuk Gala Siswa Indonesia (GSI) 2018. Coach Indra melihat banyak bakat bagus dalam kompetisi tersebut.

Pelatih asal Sumatera Barat itu berharap, GSI dapat terus berlanjut agar pembibitan sepak bola nasional usia dini menjadi lebih mudah. Diketahui, gelaran GSI tahun ini baru saja ditutup, Sabtu (20/10/2018) di Stadion Madya Glora Bung Karno, Senayan, Jakarta.

"Ini pas untuk Tim Nasional U-16. Kita akan dapatkan rekomendasi dari tim talent scouting nama-nama pemain yang bisa digunakan untuk mendukung tim U-16," ujarnya.

Kompetisi tahun ini memainkan laga final antara GSI Jawa Timur (Jatim) menghadapi GSI Banten. Pertandingan sengit tersebut harus diakhiri lewat drama adu penalti yang dimenangkan GSI Jatim dengan skor 4-3.

Sementara, Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah (Dirjen Dikdasmen) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Hamid Muhammad mengatakan, ajang Gala Siswa Indonesia merupakan wujud penguatan pendidikan karakter melalui sepak bola.

"Ini merupakan bagian terintegrasi. Pertandingan sepak bola ini dalam program pendidikan karakter melalui sepak bola," ujar Hamid.

Di sisi lain, kapten GSI Jatim Eric Putra Pratama mengaku bangga dapat mengharumkan nama Provinsi Jatim di kancah nasional. Tak hanya itu, kemenangan di laga final tersebut didedikasikan untuk membanggakan orang tua.

"Bermain itu jangan terpengaruh suporter. Bermain simpel, jangan suka melanggar lawan. Terus latihan, jangan cepat menyerah. Pokoknya tetap semangat," kata Eric kepada sebayanya yang ingin menekuni sepak bola.

Sedangkan, penjaga gawang terbaik GSI 2018 Aprilius Amanah tidak menyangka dapat ambil bagian hingga ke tingkat nasional. Pasalnya, sekolah yang dibelanya sempat kalah telak di awal kompetisi.

Aprilius mengaku beruntung dapat mengikuti talent scouting yang membuka jalannya untuk membuktikan kemampuan bermain sepak bola. "Dari sepak bola saya mendapatkan pelajaran tentang kerja sama tim, sportivitas, fair play di lapangan, dan masih banyak lagi," kata Aprilius.

Sementara, peraih sepatu emas GSI 2018 Dio Rizky Syahputra percaya dapat masuk ke Timnas Indonesia U-16. Pasalnya, Dio berhasil menorehkan 20 gol yang enam di antaranya dicetak pada kompetisi GSI tingkat nasional.

Menurutnya, GSI memberikan ruang untuk menunjukkan bakat dan minatnya dengan sepak bola. Siswa kelas VIII SMP Negeri 2 Sidoarjo itu pun mantap mewujudkan cita-citanya menjadi pemain sepak bola profesional.

"Saya ingin membawa Indonesia di Piala Dunia. Yakin 1000 persen," kata Dio.

Editor : Achmad Syukron Fadillah
Artikel Terkait
Soccer
20 hari lalu

Sumardji Buka-bukaan soal Kegagalan Timnas Indonesia U-22, SEA Games 2025 Disebut Paling Aneh

Soccer
21 hari lalu

Reaksi Indra Sjafri usai Didepak PSSI Buntut Kegagalan Timnas U-22 di SEA Games 2025

Soccer
21 hari lalu

Breaking News: Indra Sjafri Dicopot usai Gagal Total di SEA Games 2025

Soccer
23 hari lalu

Mengejutkan! Begini Kondisi Ruang Ganti Timnas Indonesia U-22 usai Babak Belur di SEA Games 2025

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal