MOSKOW, iNews.id - Kehadiran pendukung garis keras yang disebut hooligans mengancam ketenangan Piala Dunia 2018 yang akan dibuka di Rusia pada 14 Juni mendatang. Bukan hanya itu, para hooligans menebar ancaman mengubah Rusia layaknya medan perang.
Beberapa pendukung garis keras di Rusia akan sangat mengganggu. Apalagi mereka mendapat pelatihan layaknya angkatan bersenjata.
Tentunya pihak pemerintahan Rusia akan melakukan apapun untuk menekan ancaman hooligans di arena Piala Dunia. Beberapa kelompok pendukung garis keras yang terbukti menggunakan kekerasan telah ditangkap dan dibubarkan.
Untuk mengatasi kekerasan di stadion, otoritas Rusia sudah memberikan panduan apa saja yang boleh dilakukan saat pertandingan berlangsung. Cara ini diharapkan dapat menekan pertumbuhan suporter garis keras di Rusia.
Namun bukan itu saja yang menjadi masalah penegak hukum di sana. Mereka saat ini mengkhawatirkan invasi pendukung Jerman, Polandia, Kroasia, Serbia, Iran dan Arab Saudi. Para penggemar tim tersebut dikenal paling brutal dan dapat mengganggu keamanan.
Kondisi itu didasarkan oleh latar belakang perseteruan masing-masing negara dengan negara lain, sehingga besar kemungkinan bakal saling serang. Jika hal itu terjadi, hooligans Rusia akan ikut bertempur, karena merasa rumahnya diganggu. Keadaan itu dibeberkan oleh Kepala grup anti-diskriminasi Fare Network Pavel Klymenko.
“Saya khawatir dengan pendukung rusia yang rata-rata berusia 20-an. Mereka sangat temperamen dan ringan tangan. Jika mereka terprovokasi, serangan secara fisik bisa saja terjadi,” kata Klymenko kepada Express.
Untuk menanggulanginya, pihak Rusia dikabarkan tengah mempersiapkan pasukan khusus. Bahkan sniper akan ditempatkan di setiap penjuru kota penyelenggara pertandingan.