TERMAS DE RIO HONDO, iNews.id - Pembalap tim MotoGP Valentino Rossi menilai upaya permohonan maaf rider Repsol Honda Marquez kepadanya adalah pencitraan. Rossi menolak maaf Marquez setelah dia ditabrak pada MotoGP Argentina, Senin (9/4/2018).
Kedua pembalap itu berseteru usai teribat insiden yang menyebabkan Rossi terjatuh. Marquez berniat untuk minta maaf, dengan mendatangi garasi Yamaha bersama manajer pribadinya Emilio Alzamora dan bos tim Repsol Honda Alberto Puig, seusai balapan.
Kedatangan Marquez itu juga ditemani oleh puluhan kamera dari para jurnalis. Secara mengejutkan, Marquez disambut oleh kalimat kasar sahabat Rossi Uccio Salucci dan diusir keluar dari garasi Yamaha.
Rossi menilai aksi pembalap asal Spanyol itu tidak tulus.“Permintaan maafnya itu sebuah lelucon, tidak lebih dari aksi pencitraan,” kata Rossi kepada Motorsport.com.
Pembalap berusia 39 tahun pun mengaku enggan bertemu dengan Marquez. Pasalnya, dia menilai ucapan juara dunia bertahan itu adalah omong kosong belaka.
“Pertama, dia tidak punya nyali untuk menemui saya sendiri. Dia malah ditemani manajer dan bos timnya dengan sorotan kamera. Saya tidak mau berbicara dengannya, karena dia hanya bisa membual,” ujar mantan pembalap Ducati itu.
Pembalap berjuluk The Doctor itu lantas menuduh Marquez ingin mencelakai pembalap lainnya. Bukan hanya kepada Rossi, tetapi juga rival yang mengancam titel juara seperti Maverick Vinales dan Andrea Dovizioso.
“Sejak latihan bebas pertama, dia sudah menunjukkan sikap agresinya ke Vinales dan Dovizioso. Bahkan saat balapan dia menyasar empat pembalap berbeda,” ucap tujuh kali juara dunia kelas MotoGP itu.
Pembalap yang sudah berkecimpung di ajang paling bergengsi tersebut sejak tahun 2000 itu, mengaku takut jika harus berada di satu lintasan dengan Marquez. Bukan kekalahan, namun khawatir menjadi korban keagresifannya.
“Saya takut jika harus berada di satu lintasan dengan Marquez. Ketika melihat namanya berada di belakang, saya hanya berharap tidak mengalami kecelakaan,” kata Rossi sembari menyindir.
Rider yang identik dengan warna kuning itu ingin pengarah balap lebih tegas menyikapi kelakuan pembalap yang dinilai berbahaya. “Situasi seperti ini sangat berbahaya, dan saya harap pengarah balap mengambil sikap atas Marquez,” tuturnya menambahkan