SAINT-ETIENNE, iNews.id- Kemenangan telak Olympique Lyon 5-0, atas Saint-Etienne, di kandang lawan, Stade Geoffroy-Guichard, Senin (06/11/2017) dini hari WIB, diwarnai dengan invasi pendukung Les Verts,-julukan Saint-Etienne-, ke dalam lapangan. Namun sang pemicu kerusuhan, Nabil Fekir tak menyesali ulahnya.
Para pendukung Saint-Etienne menerobos masuk ke lapangan, setelah pemain Lyon itu merayakan golnya di menit ke-85. Ketika itu, setelah mencetak gol kelima timnya, Fekir langsung melepas baju dan menunjukkan nomor punggung serta namanya ke pendukung tuan rumah.
Rupanya hal tersebut memicu kekesalan para pendukung Saint-Etienne dan membuat mereka menyerbu lapangan. Namun, lima menit laga yang tersisa akhirnya bisa diselesaikan, setelah selama 40 menit dihentikan karena invasi itu.
Meski menjadi pemicu, pemain berusia 24 tahun tersebut tak menyesal. Menurutnya, dia sekedar merayakan gol yang dicptakan, tanpa ada maksud menyinggung para pendukung Si Hijau.
"Tidak, saya tak menyesalinya. Memang benar, mungkin mereka tak menyukai apa yang saya lakukan. Saya merayakannya memang seperti itu," ungkap Fekir kepada Canal+.
"Tak ada maksud apa pun, tak ada keinginan yang buruk di dalamnya. Mungkin, memang seharusnya tak dilakukan. Namun di keunggulan 5-0, ini hanya mengenai sepak bola. Akan ada selalu bumbu seperti itu," lanjut pemain timnas Prancis itu.
Laga kedua tim selalu dikenal sarat akan emosi, mengingat ketatnya rivalitas mereka. Apalagi, sebelumnya pertandingan juga sempat dihentikan di awal walau hanya sebentar, karena asap flare dari tribun penonton Saint-Etienne, sempat menggangu pandangan.