BERN, iNews.id – Mungkin nama tim nasional Swiss tak sebesar Brasil, Jerman, Argentina atau Inggris. Namun siapa sangka, kalau tim berjuluk La Nati itu berada di peringkat keenam dunia di atas Prancis yang duduk di tangga ketujuh dan Spanyol di peringkat kedelapan.
Untuk itu, tim besutan Vladimir Petkovic tersebut patut diperhitungkan di Piala Dunia 2018 Rusia musim panas nanti. Pada babak kualifikasi, mereka tergabung di Grup B dan bisa tampil menggebrak. Dari 10 laga yang dilakoni, Swiss memetik sembilan kemenangan dan satu kekalahan.
Berkat catatan apik itu, mereka mengumpulkan 27 poin. Angka yang Swiss kumpulkan sama dengan Portugal, namun mereka kalah selisih gol. Kondisi itu yang membuat Stephan Licthsteiner dkk harus melakoni babak playoff untuk dapat tiket ke Rusia.
Pada fase itu, Swiss harus meladeni perlawanan runner-up Grup C Irlandia Utara. Bermodal mental juara, La Nati akhirnya bisa lolos ke Piala Dunia 2018 setelah mengalahkan Irlandia Utara dengan agregat 1-0.
Di Rusia nanti, Swiss tentu menginginkan revolusi prestasi. Sebab capaian terbaik mereka di kompetisi sepak bola paling bergengsi di kolong langit itu pada 1934 Italia, 1938 Prancis dan di rumah sendiri pada 1954. Kala itu mereka berhasil tembus hingga perempat final. Terkini pada Piala Dunia 2014 Brasil, Swiss harus tersingkir di babak 16 Besar usai kalah 0-1 dari Argentina.
PELATIH: Vladimir Petkovic
Swiss merupakan tim nasional pertama yang ditangani pelatih asal Kroasia berusia 54 tahun itu. Dia ditunjuk menangani La Nati sejak 1 Juli 2014. Sejauh ini dia sudah melakoni 39 penampilan di semua ajang dan memetik 24 kemenangan, tujuh imbang dan delapan kekalahan.
Piala Dunia Rusia merupakan turnamen resmi keduanya menangani Swiss. Sebelumnya dia membawa Swiss mentas di Piala Eropa 2016. Sayang pada kesempatan itu, La Nati tersingkir di babak 16 Besar usai dikalahkan Polandia lewat drama adu penalti.
PEMAIN BINTANG: Granit Xhaka
Saat ini, gelandang Arsenal itu memang tengah dibekap cedera lutut. Beruntung setelah dilakukan pemeriksaan, cedera yang diderita Xhaka tak begitu parah dan tetap bisa berlaga di Piala Dunia 2018 nanti.
Sosok Xhaka sangat penting bagi Swiss, karena dengan teknik tingginya pemain berusia 25 tahun tersebut memberikan keseimbangan di lini tengah. Pada kondisi tertentu, mantan bintang Basel dan Borussia Moenchengladbach itu juga mampu mencetak gol. Sejauh ini dia sudah melakoni 61 laga bagi negaranya dan bisa mencetak 9 gol.
PRESTASI DI PIALA DUNIA
|
1934 Italia |
Perempat final |
|
1938 Prancis |
Perempat final |
|
1950 Brasil |
Fase Grup |
|
1954 Swiss |
Perempat final |
|
1962 Cile |
Fase Grup |
|
1966 Inggris |
Fase Grup |
|
1994 Amerika Serikat |
Babak 16 Besar |
|
2006 Jerman |
Babak 16 Besar |
|
2010 Afrika Selatan |
Fase Grup |
|
2014 Brasil |
Babak 16 Besar |
PERKIRAAN FORMASI (4-2-3-1)
Grup E
Kosta Rika, Brasil, Serbia, Swiss
Jadwal Pertandingan
18 Juni, Pukul 01.00 WIB
Brasil vs Swiss
23 Juni, Pukul 01.00 WIB
Serbia vs Swiss
28 Juni, Pukul 01.00 WIB
Swiss vs Kosta Rika
PREDIKSI: Babak 16 Besar
Jika konsisten sejak awal laga, Swiss sangat berpeluang untuk lolos ke fase gugur bersama Brasil.