JAKARTA, iNews.id - Penyebaran hoax pada Pemilu 2024 turun drastis dibanding 2019. Hal ini diungkapkan Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Bud Arie Setiadi.
Menkominfo Budi menuturkan penyebaran hoax pada 2019 sehari sebanyak 70. Sementara pada Pemilu 2024 hanya satu. Meski begitu, Menteri Budi mengaku menugaskan tim agar terus berpatroli siber dalam 1x24 jam untuk memberantas konten hoax di ruang digital.
Upaya semacam ini akan terus lakukan agar menciptakan Pemilu 2024 yang bersih, berkualitas, dan damai. "Kalau muncul konten terindikasi hoax, pasti kita takedown. Kan kita mau politik dan demokrasi kita lebih berkualitas sehingga narasi-narasi atau konten-konten yang berbau perpecahan harus dimusnahkan," tuturnya.
Saat diminta tanggapan soal panasnya hubungan antar kubu di media sosial, Menkominfo mengatakan itu hal yang wajar dalam berdemokrasi. Yang penting, kata dia masyarakat jangan sampai terpecah dan larut dalam kebencian.
"Itu kan beda pendapat saja. Kalau beda pendapat, beda pilihan itu beda referensi gapapa itu dinamika biasa. Apalagi demokrasi membolehkan berbeda pendapat. Kalau buat kami yang gak boleh itu hoax, fitnah, ujaran kebencian, dan merendahkan martabat orang lain," tuturnya.