JAKARTA, iNews.id - BlackBerry Limited (NYSE: BB) mengumumkan survei terbarunya mengenai sikap dan perilaku konsumen terhadap keamanan, kepercayaan serta privasi penggunaan perangkat cerdas yang terhubung internet. Seperti apa hasilnya?
Survei BlackBerry menemukan fakta sekitar 80 persen responden di Amerika Serikat, Inggris dan Kanada, tidak memercayai perangkat Internet-connected yang mereka gunakan saat ini untuk menjaga keamanan data dan privasi.
Selain itu, ketika ditanya tentang pembelian di masa depan, responden mengatakan, mereka lebih cenderung memilih produk atau jasa dari perusahaan yang memiliki reputasi baik dalam menjaga keamanan data dan privasi. Termasuk dalam mendukung konsep “Seal” atau “Stamp of Approval” untuk menunjukkan perangkat Internet-connected mana saja yang telah memenuhi standar keamanan tertentu.
"Survei ini menunjukkan adanya peluang nyata bagi perusahaan-perusahaan untuk diferensiasi produk dengan menyediakan layanan tingkat keamanan dan privasi data lebih tinggi," kata Chief Marketing Officer di BlackBerry, Mark Wilson, dalam keterangan persnya yang dilansir iNews.id, Minggu (27/1/2019).
“Sama halnya dengan meningkatnya permintaan terhadap makanan organik dan produk-produk yang berkelanjutan, kami meyakini pelanggan yang telah teredukasi – yang juga banyak menjadi korban serangan siber dan peretas – akan membantu mendorong sektor swasta dan publik lebih menyelaraskan standar keselamatan dan keamanan," katanya.
Tercatat lebih dari separuh responden (58 persen) mengatakan, mereka bersedia membayar lebih untuk produk-produk internet-connected, seperti speaker Alexa, produk keamanan rumah, wearables (aksesoris yang dilengkapi dengan teknologi), dan produk lain apabila data dan privasi mereka terlindungi. Saat ditanya berapa jumlah biaya lebih yang rela mereka keluarkan, 10 persen responden menyatakan bersedia membayar hingga 20 persen. Sementara sebagian besar responden hanya bersedia membayar lebih hingga 10 persen.
Dalam sistem teknologi kendaraan yang terhubung ke Internet, sebagian besar responden menyatakan, rela membayar lebih bila kendaraan mereka menggunakan perangkat lunak yang memiliki tingkat keselamatan dan keamanan tertinggi.
Menurut Kelley Blue Book, perkiraan rata-rata harga transaksi untuk kendaraan berukuran kecil di Amerika Serikat mencapai 35.742 dolar AS pada September 2018. Bila dikaitkan dengan hasil survei, terdapat 23 persen responden bersedia mengeluarkan biaya tambahan hingga 5 persen (sebesar 1.700 dolar AS) jika mobil yang dibeli menggunakan perangkat lunak aman. Bahkan, 10 persen responden menyatakan bersedia membayar lebih hingga 20 persen (sekitar 7.000 dolar AS).
Saat ditanya mengenai teknologi asisten suara mana yang paling dipercaya responden dalam kendaraan, responden memilih Google (25 persen), Apple Siri (19 persen), Amazon Alexa (16 persen), Microsoft Cortana (5 persen), dan IBM Watson (3 persen). Meski demikian, sebanyak 32 persen responden yang kebanyakannya berusia 54 tahun ke atas menyatakan mereka tidak memercayai teknologi asisten suara manapun. Secara mengejutkan, dari responden generasi milenial, hanya 20 persen yang tidak memercayai teknologi asisten suara.
Meskipun pelanggan mengatakan, mereka memperhatikan faktor keamanan dan menggunakannya untuk mengevaluasi produk sebelum memutuskan membeli, survei juga menemukan adanya ketidaksesuaian antara perhatian terhadap faktor keamanan dengan kebiasaan responden dalam menggunakan teknologi.
Misalnya, 23 persen responden menyatakan mereka tidak membatasi data yang dapat diakses perangkat ataupun aplikasi yang terhubung dengan internet, sedangkan 17 persen lainnya mengakui mereka tidak tahu bagaimana cara membatasi data tersebut.
Selain itu, lebih dari sepertiga responden (36 persen) mengakui mereka tidak mengetahui jenis sertifikasi keamanan apa yang seharusnya ada ketika membeli perangkat internet-connected. Kondisi yang lebih parah terjadi di Kanada dan Inggris, di mana 41 persen responden dari masing-masing negara mengakui mereka tidak tahu perihal jenis sertifikasi keamanan apa yang seharusnya ada untuk perangkat internet-connected.