NASA Bekerja Sama dengan WHOI Garap Kapal Selam Pemburu Alien

Dini Listiyani
NASA bekerja sama dengan WHOI garap kapal selam pemburu alien (Foto: Pawel86/Pixabay)

CALIFORNIA, iNews.id - Woods Hole Oceanhgraphic Institution (WHOI) bekerja sama dengan NASA. Kerja sama itu bertujuan untuk membangun armada kapal selam yang bisa membantu memberikan pemahaman soal alien baik di Bumi dan Jupiter.

Orpheus, kendaraan bawah laut terbaru WHOI, melalukukan penyelaman pertamanya di luar Cape Cod Bay pada September 2018. Bersama NASA, WHOI berharap prototype ini bisa berkembang menjadi kapal selam pertama yang bisa menjelajahi 'akuarium' alien.

"Kendaraan extra-terrestrial akan menjelajahi samudera dari tata surya kita, seperti halnya bagaimana Mars rover menjelajahi permukaan Mars," kata serong engineer di WHOI Casey Machado yang dikutip dari IBTimes, Rabu (20/3/2019).

Kendaraan bawah laut ini memiliki bola kaca berdiameter 17 inci dan ketebalan dinding setengah inci. Terlepas dari komposisi kendaraan yang terlihat rentan, kaca ini memiliki kualitas yang sangat baik terutama saat dikompres secara seragam.

Saat dibentuk menjadi bola, kaca bisa menahan tekanan di parit terdalam. Bola juga bertindak sebagai penyimpanan yang melindungi baterai, kamera, dan komputer.

Meskipun kit kendaraan tampak standar, tapi memiliki teknologi luar angkasa. Jet Propulsion Laboratory NASA menyediakan software kontrol dan pemetaan yang memungkinkan kemampuan manuver kapal selam yang ramping lebih baik dibanding kerabatnya.

Tes di Bumi diperlukan untuk mempersiapkan kendaraan ke tujuan yang dimaksudkan dan WHOI melihat zona hadal sebagai simulasi Europa terbaik untuk misi berburu alien di masa depan. Zona hadal sendiri merupakan bagian terdalam dan hampir tak tersentuh atau belum dijelajahi di lautan.

Tingkat tekanan terendah setara dengan 1,100 ton berat yang ditumpahkan pada suhu tubuh manusia. Suhu air juga berkisar antara 1-4 derajat celsius.

"Kami berharap bisa bekerja sama dengan para kolaborator kami di Jet Propulsion Laboratory NASA mengembangkan otonomi dan algoritma untuk memungkinkan kelas Orpheus dari kendaraan hadal mengeksplorasi secara cerdas dan kooperatif bersama kendaraan lain dan para peneliti yang mengoperasikannya," kata Machado.

Kendati demikian, pengaturan pengujian saat ini perlu dilakukan karena zona hadal masih memiliki area yang belum dipetakan. Hasil dari proyek tersebut suatu hari bisa membantu armada kapal selam ke wilayah yang belum dipetakan di planet ini.

Editor : Dini Listiyani
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Meteor yang Tabrak Atmosfer Bumi Picu Dentuman dan "Gempa" di AS Ternyata Seukuran Gajah

57 tahun lalu

Meteor Tabrak Atmosfer Bumi Picu Ledakan Dahsyat, Melesat 120.000 Km per Jam

57 tahun lalu

Pertama Kali, Trump Rilis Dokumen, Video dan Foto UFO

57 tahun lalu

Trump: AS Akan Kalahkan China dalam Perlombaan Menjelajahi Bulan

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal