Sukses Mendarat di Bulan, India Kini Ingin Pelajari Matahari dengan Meluncurkan Aditya-L1

Dini Listiyani
Sukses Mendarat di Bulan, India Kini Ingin Pelajari Matahari dengan Meluncurkan Aditya-L1 (Foto: Lenstravelier/Unsplash)

JAKARTA, iNews.id - Menyusul keberhasilan pendaratan di Bulan Chandrayaan-3, badan antariksa India ISRO ingin meluncurkan misi lain. Target kali ini bukan Bulan, tapi Matahari

Aditya-L1, observatorium luar angkasa pertama di India untuk penelitian tata surya siap diluncurkan. "Kami berencana meluncurkannya pada minggu pertama September," kata ketu ISRO S Somanath. 

Misi dinamakan berdasarkan kata dalam bahasa Hindi yang berarti Matahari. Pesawat luar angkasa ini adalah wahana antariksa surya pertama yang berbasis di India. 

Aditya-L1 ditujukan untuk mempelajari angin Matahari yang dapat menimbulkan gangguan di Bumi dan biasa disebut sebagai "aurora". Dalam jangka panjang, data dari misi tersebut dapat membantu lebih memahami dampak Matahari terhadap pola iklim Bumi.

Menumpang kendaraan peluncur tugas berat India, PSLV, pesawat luar angkasa Aditya-L1 akan menempuh jarak 1,5 juta km dalam waktu sekitar empat bulan untuk mempelajari atmosfer Matahari, sebagaimana dikutip dari NDTV. 

Pesawat akan menuju ke semacam tempat parkir di luar angkasa, di mana benda-benda cenderung tetap berada di tempatnya karena keseimbangan gaya gravitasi. Pada akhirnya, ini mengurangi konsumsi bahan bakar untuk pesawat ruang angkasa.

Posisi tersebut disebut Poin Lagrange, diambil dari nama ahli matematika Italia-Prancis Joseph-Louis Lagrange. Seperti diketahui baru-baru ini, para peneliti mengatakan pesawat ruang angkasa Badan Antariksa Eropa/NASA Solar Orbiter telah mendeteksi sejumlah pancaran partikel bermuatan yang relatif kecil yang dikeluarkan dari corona, atmosfer luar matahari, yang dapat membantu menjelaskan asal mula usul angin Matahari. 

Editor : Dini Listiyani
Artikel Terkait
Internasional
20 hari lalu

Terungkap, India "Lindungi" Kapal Perang Iran dari Serangan AS

Nasional
1 bulan lalu

Agrinas: Impor 105.000 Pikap dari India Hemat Anggaran Rp46,5 Triliun

Internasional
1 bulan lalu

Pesawat Ambulans Udara Bawa 7 Orang termasuk Pasien Jatuh

Nasional
1 bulan lalu

Purbaya Ungkap Impor 105.000 Pikap untuk Kopdes Pakai Dana Desa, Tak Bebani Fiskal

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal