JAKARTA, iNews.id – Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno mengatakan tengah menggodok kerja sama dengan BMKG terkait pelatihan mitigasi bencana di destinasi wisata. Pelatihan diberikan untuk mengantisipasi masuknya musim pancaroba menjelang akhir tahun.
Diketahui beberapa hari terakhir ini perubahan musim pancaroba mulai terjadi. Cuaca panas terik menjadi tiba-tiba hujan deras secara ekstrim berpotensi menimbulkan banjir dan longsor. Tidak hanya di pemukiman penduduk dan tempat-tempat umum, musim pancaroba ini juga jadi tantangan bagi titik-titik destinasi wisata.
“Kami sudah menandatangani kerja sama dengan BMKG, kami sudah dapat laporan kalau akan ada perubahan cuaca dalam 1 sampai 3 bulan ke depan. Oleh karena itu, pelatihan mitigasi bencana ini jadi bagian dari S (safety) pada konsep CHSE. Safety ini jadi bagian dari kesiapan destinasi wisara dan sentra ekonomi kreatif untuk mampu mitigasi dan antisipasi kemungkinan bencana yang terjadi,” kata Menteri Sandiaga baru-baru ini.
Sandiaga menekankan, akan mendorong kerja sama ini tidak hanya dengan BMKG tapi juga pihak-pihak lainnya. Dia berharap pelatihan mitigasi dan antisipasi bencana ini bukan cuma di daerah rawan bencana tapi juga destinasi wisata lainnya, salah satunya di Raja Ampat.
“Kita ingin memastikan edukasi bukan hanya di daerah-daerah yang sudah teridentifikasi sebagai daerah rawan bencana, tapi juga di destinasi wisata lainnya. Kayak kemarin di Raja Ampat, juga diberikan penekanan terhadap pemberlakuan mitigasi dan antisipiasi bencana berkaitan dengan potensi longsor, gempa dan tsunami,” katanya.
Pentingnya pengetahuan tentang mitigasi bencana khususnya di tempat wisata, diakui Sandiaga bisa membantu masyarakat di daerah rawan. Kemenparekraf sendiri diketahui sudah menetapkan satu destinasi, yakni Museum Kapal Apung di Aceh sebagai bagian dari destinasi edukasi tentang bencana.