Dari Pohon Berjalan hingga Ular Siluman, Kesaksian Panji di Bisik Gaib

Annastasya Rizqa
Dalam Bisik Gaib bersama Bang Robby, Panji mengungkap hutan bukan hanya tempat flora dan fauna hidup, tetapi juga ruang dimensi lain. (Foto: SMN)

JAKARTA, iNews.id - Sejak usia belia, Panji menghabiskan hampir separuh hidupnya keluar-masuk hutan. Dari usia sembilan tahun hingga dewasa, rimba menjadi ruang belajar yang membentuk kepekaannya terhadap alam dan dunia tak kasat mata. 

Dalam Bisik Gaib bersama Bang Robby, Panji mengungkap bahwa hutan bukan hanya tempat flora dan fauna hidup, tetapi juga ruang di mana realitas dan dimensi lain kerap bersinggungan. Dia mengaku telah melihat banyak hal. Bukan hanya kehidupan nyata, tetapi juga sesuatu yang sulit dijelaskan secara logika.

Salah satu pengalaman paling mencengangkan adalah keberadaannya di dekat kampung gaib. Menurut Panji, kampung ini hanya muncul di malam hari dan menghilang saat siang. Aktivitas penghuninya menyerupai manusia biasa mulai dari memanggul kayu, beternak, dan hidup berkeluarga. Namun ada ciri yang membedakan, yakni wajah mereka yang tidak sempurna, khususnya bagian bibir yang tidak memiliki lekukan seperti manusia pada umumnya. Di Sumatera, terutama kawasan Kerinci, Panji mengaku kerap bersinggungan dengan makhluk yang dikenal sebagai bunian ini, meski hanya sebatas berpapasan.

Tak hanya itu, Panji juga menceritakan pertemuannya dengan makhluk-makhluk yang bentuknya tak wajar. Ia pernah menyaksikan pohon beringin besar yang bergerak dan bergeser sendiri di tengah hutan, seolah hidup. Bagi Panji, makhluk seperti genderuwo justru terasa biasa dibandingkan fenomena ini. Ada pula sosok siluman dengan kaki terbalik, berjalan maju namun arah tubuhnya seakan mundur, yang menurutnya merupakan makhluk tidak sempurna dari alam lain.

Pengalaman paling sering membuat bulu kuduk merinding adalah pertemuannya dengan ular yang matanya bisa mengedip. Panji menegaskan bahwa ular normal tidak memiliki kelopak mata, sehingga jika ada ular yang mengedip, besar kemungkinan itu bukan hewan biasa. Ia pernah menemukan ular berukuran sangat besar di zona senja hutan, yang hanya menatap lalu mengedip sebelum menghilang. Ciri lain ular kiriman atau teluh adalah bau amis yang sangat menyengat, berbeda dengan ular liar yang umumnya tidak berbau.

Di balik semua kisah mistis itu, Panji menyampaikan pesan penting tentang sikap manusia terhadap alam. Ia menegaskan bahwa eksplorasi alam dan satwa harus dibarengi tanggung jawab, bukan eksploitasi. Konten tentang hewan seharusnya bersifat edukatif dan beretika, tidak menyiksa atau mempermainkan makhluk hidup. Bagi Panji, alam memiliki cara sendiri untuk menjaga keseimbangannya, dan manusia yang masuk tanpa niat baik akan “disortir” oleh energi yang ada di dalamnya.

Editor : Dani M Dahwilani
Artikel Terkait
Seleb
3 jam lalu

Dari Sok Jago Jadi Salah Tingkah saat Azia Rawat Bebek

Seleb
3 jam lalu

Kerap Dikabarkan Mati, Panji Justru Semakin Kuat

Destinasi
3 jam lalu

Kisah Nyata Penjinak Ular Dikelilingi Dunia Tak Kasatmata

Music
4 hari lalu

Lagu Dibanting-Banting Milik Wina Gacima Ramai di TikTok

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal