Di Balik Masa Persiapan, Sejarah Kelam Jarang Dibicarakan

Annastasya Rizqa
Mengupas lebih dalam masa bersiap, periode yang kerap terlewat dalam narasi besar sejarah kemerdekaan Indonesia. (Foto: SMN)

JAKARTA, iNews.id – Program Kata Mereka memberi kesempatan kepada Bang Robby Purba mengupas lebih dalam mengenai masa bersiap, periode yang kerap terlewat dalam narasi besar sejarah kemerdekaan Indonesia. Masa tersebut menjadi kunci memahami mengapa keturunan Belanda kini nyaris tak terlihat dalam kehidupan sosial Indonesia.

Bang Robby menjelaskan bahwa masa bersiap terjadi ketika Indonesia berada dalam kondisi kekosongan kekuasaan. Negara belum sepenuhnya terbentuk, hukum belum berjalan secara benar dan optimal, sementara trauma penjajahan masih sangat membekas di benak rakyat. Di tengah situasi tersebut, Belanda datang kembali dengan niat mengambil alih kekuasaan yang baru saja diraih bangsa Indonesia.

Ketegangan pun tak terhindarkan. Laskar-laskar pemuda hadir dimasyarakat dan bermunculan tanpa komando yang jelas dan terpusat. Teriakan “siap, siap” yang menggema di malam hari menjadi simbol kesiapsiagaan rakyat menghadapi ancaman kolonialisme. Namun, di balik semangat mempertahankan kemerdekaan, kekerasan juga meluas ke ranah sipil.

Bang Robby menyoroti bahwa korban masa bersiap bukan hanya tentara, tetapi juga perempuan, anak-anak, orang tua, serta warga keturunan Belanda dan Indo-European. Penangkapan yang dilakukan pada masa itu terjadi tanpa adanya proses hukum, pengusiran massal, hingga penahanan di kamp-kamp darurat menjadi bagian dari realitas kelam masa tersebut. Kota-kota besar seperti Jakarta, Surabaya, Bandung, Semarang, dan Medan menjadi saksi kekacauan itu.

Akibatnya, ratusan ribu warga Belanda dan keturunan Belanda memilih meninggalkan Indonesia, baik secara sukarela maupun terpaksa. Sementara mereka yang bertahan untuk tetap tinggal di Indonesia memilih jalan sunyi dengan mengubur identitas, berasimilasi, dan melebur dengan masyarakat lokal. Seiring waktu, jejak keturunan Belanda pun memudar, meninggalkan hanya catatan sejarah dan ingatan kolektif.

Menurut Bang Robby, masa bersiap dapat kita jadikan sebagai suatu pengingat bahwa kemerdekaan bukan proses yang mudah dan cepat. Kemerdekaan lahir dari pergulatan emosi, trauma, dan kekacauan. Menurut Bang Robby Purba, sejarah Indonesia tidak selalu indah, tetapi justru di sanalah letak pelajaran pentingnya.

Menutup episodenya, Bang Robby mengajak penonton merefleksikan arti kemerdekaan hari ini. Bukan untuk menyesali identitas sebagai warga negara Indonesia, melainkan untuk memahami betapa mahalnya harga kemerdekaan yang telah dibayar oleh generasi sebelumnya.

Editor : Dani M Dahwilani
Artikel Terkait
Destinasi
17 jam lalu

Menelusuri Masa Bersiap, Ketika Kemerdekaan Indonesia Lahir dari Sebuah Kekacauan

Destinasi
2 hari lalu

Di Balik Layar Proyek, Ketika Alam Gaib Mulai Menunjukkan Batas

Destinasi
2 hari lalu

Kisah Mistis di Proyek saat Wilayah Sakral Mulai Menunjukkan Tanda

Destinasi
22 hari lalu

Membongkar Kisah Dewi Lanjar sang Penjaga Laut Utara

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal