Kisah Mistis di Proyek saat Wilayah Sakral Mulai Menunjukkan Tanda

Annastasya Rizqa
Di balik pembangunan dengan skala yang cukup besar, tersimpan cerita mengenai kampung gaib dan makhluk halus yang menuntut adab manusia (Foto: SMN).

JAKARTA, iNews.id – Kisah mistis dari Indonesia timur kembali terungkap melalui pengalaman Eko, sebagai seorang project arsitek dan juga pengawas yang menahun bekerja di Maluku. Di balik pembangunan dengan skala yang cukup besar, tersimpan cerita mengenai kampung gaib dan makhluk halus yang menuntut adab manusia.

Salah satu kejadian paling mencolok dialami seorang mandor proyek yang tiba-tiba jatuh sakit. Di dahinya muncul benjolan bulat besar, menumpuk menyerupai bakso. Berbagai pemeriksaan medis telah dilakukan, namun tak satu pun menemukan penyebab pasti.

Melalui komunikasi batin, Eko mengaku didatangi sosok perempuan berwajah Eropa yang diyakini warga sebagai bagian dari “bangsa moro”. Sosok tersebut menyampaikan bahwa sang mandor melakukan tindakan tidak sopan, seperti mengintip dan “menerawang” area yang dianggap sebagai wilayah mereka.

Menurut Eko, kesalahan itu bukan soal niat jahat, melainkan kurangnya rasa menghargai dan juga etika di tempat baru. Eko melihat dan mengibaratkan ini seperti memasuki rumah orang tanpa izin. Di wilayah Maluku, alam dan penghuninya dikenal sangat halus dan santun, namun tegas menjaga batas.

Salah satu cara untuk dapat mengatasi ini adalah dengan meminta maaf dengan tulus. Tanpa adanya ritual, tanpa sesaji. Beberapa hari setelah permintaan maaf disampaikan, benjolan di dahi sang mandor perlahan mengempis dan kondisinya kembali normal. Kejadian serupa juga dialami pekerja lain, mulai dari penyakit kulit hingga kondisi tubuh lemah selama berhari-hari. Hampir semua kasus memiliki pola yang sama, yakni melanggar adab di area sakral.

Mendengar penuturan Eko, Robby mengaku merinding dan menegaskan pentingnya menjaga sikap saat berada di wilayah dengan nilai adat dan spiritual yang kuat. Menurutnya, kisah seperti ini bukan sekadar cerita mistis, melainkan juga dapat dianggap sebagai suatu pengingat bahwa manusia tidak hidup sendirian dan harus memahami batas dalam setiap ruang yang ia pijak.

Bagi Eko, kisah-kisah ini bukan untuk menakut-nakuti, melainkan pengingat. Di mana pun manusia berpijak, selalu ada kehidupan lain yang berbagi ruang. Menjaga lisan, sikap, dan niat adalah bentuk penghormatan terhadap semesta.

Editor : Dani M Dahwilani
Artikel Terkait
Seleb
6 hari lalu

Di Balik Misteri Pamali, Pesan Leluhur yang Terlupakan

Seleb
6 hari lalu

Status Pernikahan Belum Putus, Konflik Rumah Tangga Rafi dan Vina Makin Memanas

Film
6 hari lalu

Bukan hanya Menahan Lapar, Puasa Sebagai Benteng Jiwa

Film
6 hari lalu

Bisikan saat Berpuasa, antara Iman dan Godaan yang Menguji

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal