BELITUNG, iNews.id - Belitung merupakan salah satu kawasan taman bumi nusantara yang dikenal dengan birunya laut, putih pasir dan pesona formasi bebatuan yang unik. Ragam budaya dan hayatinya melengkapi keragaman geologi, membuat Belitung menjadi kawasan geopark yang tumbuh dengan pesat selama beberapa tahun terakhir.
Geopark Indonesia kali ini akan menghadirkan wajah lain dari Geopark Belitung. Lanskap alam yang jarang terjamah dan tetap terjaga, menjadi benteng salah satu fauna endemik Bumi Laskar Pelangi, salah satunya di Bukit Peramun.
Bebatuan granit tak hanya muncul di pinggir pantai Geopark Belitung. Sejumlah bebatuan granit yang terangkat ke permukaan akibat proses geologi, juga tersebar di daratan pulau yang luasnya kurang lebih 7 kali luas ibukota.
Bukit Peramun yang luasnya 7 kali lebih dari ibu kota itu terletak di Kabupaten Belitung, Bangka Belitung. Bukit tersebut merupakan salah satu geosite yang masuk dalam kawasan Geopark Belitung.
Nama Peramun diambil dari kata Meramu. Konon, masyarakat Belitung dahulu mencari bahan obat tradisional untuk diramu di Bukit Peramun. Bukit itu menjadi salah satu lokasi hutan yang belum terjamah pertambangan ataupun ilegal logging di Belitung.
Batu-batu granit raksasa di dalam hutan ini masuk dalam formasi batuan Tanjung Pandan, yang muncul dari lapisan tanah terdalam akibat pergeseran lempeng bumi. Usianya diperkirakan ratusan juta tahun dan masih dalam bentuk utuh, belum terpecah atau terkikis.
Untuk melihat berbagai objek wisata menarik lainnya di Tanah Air saksikan Geopark Indonesia di iNews TV, setiap Sabtu, pukul 15.15 WIB.