JAKARTA, iNews.id - Travelling ke Malang, belum lengkap tanpa mengunjungi Balai Penelitian Tanaman Jeruk dan Buah Subtropika (Balitjestro). Balai penelitian ini tidak selalu terbuka untuk pengunjung. Kini, mumpung buah jeruknya sedang panen, tidak ada salahnya Anda mengunjungi Balitkestro, Kota Batu Malang.
Berada di balai ini ketika masa panen, traveler dapat makan buah jeruk sepuasnya dan membawa pulang buahnya. Pada awalnya, Balitjestro merupakan balai penelitian milik swasta Belanda pada 1930-1940. Komoditas yang diusahakan pada waktu itu adalah kopi dan buah-buahan.
Kebun percobaan ini mengelola berbagai macam buah subtropika. Jadi jika Anda bosan mengunjungi wisata pegunungan dan pantai, Balitjestro dapat menjadi pilihan berwisata Anda di Malang.
"Yukk mumpung masih ada jeruknya silahkan mampir ke Balitjestro - Batu, karena panennya hanya setahun sekali dan terbuka untuk umum. Kalau jeruknya sudah habis ditutup lagi. Wisata petik jeruk keprok HTM Rp25.000 per orang. Pengunjung bisa makan buah jeruk sepuasnya, serta bisa membawa pulang jeruk 2 Kg/orang. Jika ada tambahan jeruk yang dibawa pulang per kilo Rp10.000. Yang jelas kualitas jeruk lokal tidak kalah dengan jeruk import. Jeruk lokal lebih sehat dan lebih terjamin mutunya. Rasanya juga manis, semanis yang baca caption ini - Aurel," demikian ditulis pemilik akun Instagram @Indoflashlight, Selasa (30/7/2018).
Bagi traveler yang penasaran makan jeruk ini, Anda tinggal datang ke Balitjestro di Tlekung, Kota Batu. Dengan tiket masuk sebesar Rp25.000, traveler dapat memakan buah jeruk sepuasnya.
Balai penelitian ini memiliki 242 varietas jeruk yang dihasilkan dari penelitian Balitjestro. Tempat ini menjadi tempat magang atau praktik kerja lapangan (PKL). Setelah puas berwisata jeruk petik, jangan lewatkan untuk berwisata ke destinasi menarik di Malang.