Nasi Gandul Jadi Warisan Budaya Takbenda, Kenali Asal-usulnya

Muhamad Fadli Ramadan
Nasi Gandul Jadi Warisan Budaya Takbenda, Kenali Asal-usulnya (Foto: Instagram @jogjafood)

JAKARTA, iNews.id - Kuliner tradisional Indonesia, nasi gandul belakangan ini ramai menjadi perbincangan hangat. Ya, hal itu karena, nasi gandul asal Pati, Jawa Tengah, ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda (WBTb) Indonesia oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemdikbud Ristek).

Seperti diketahui, warisan budaya takbenda merupakan keseluruhan peninggalan kebudayaan yang memiliki nilai penting. Kategori yang masuk dalam hal tersebut mulai dari sejarah, ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni.

Melansir laman Kemendikbud Ristek, nasi gandul telah masuk pencatatan WBTb sejak 2013. Baru pada 2022, nasi gandul dilakukan untuk menjadi warisan budaya takbenda. Tahun lalu, Disdikbud Provinsi Jateng membantu dalam pengkajian, sehingga berhasil diusulkan dan ditetapkan di tahun ini.

Ada banyak hal yang dipersiapkan untuk proses penetapan WBTb. Mulai dari latar belakang sejarah, kajian akademis dari penelitian, jurnal skripsi atau tesis. Kemudian juga dilengkapi video mengenai karya budaya yang diusulkan.

Penetapan WBTb ini juga sangat penting untuk memperkenalkan karya budaya kepada seluruh bangsa Indonesia dan dunia. Tujuannya menghindari klaim oleh bangsa lain. Penetapan WBTb Indonesia juga sebagai apresiasi pemerintah terhadap karya budaya yang ada di daerah masing-masing. 

Nasi gandul adalah nasi yang disiram kuah berwarna coklat. Nasi gandul sejenis nasi pindang yang dipersilangkan dengan rawon dan gule. Dalam penyajiannya dipakai daun pisang untuk alasnya. Nasi gandul disajikan dengan lauk-pauk yang berbeda menurut pesanan pembeli, antara seperti perkedel, tempe, lidah sapi, usus sapi, daging sapi, paru sapi dan hati sapi, kemudian diberi tambahan bumbu kecap manis, pedas, lalu digunting bukan diiris ditabur di atas nasi putih yang diletakkan di piring dengan alas daun pisang kemudian disiram kuah. 

Editor : Vien Dimyati
Artikel Terkait
Kuliner
25 hari lalu

Perbedaan Green Tea dan Matcha yang Serupa Tapi Tak sama

Kuliner
1 bulan lalu

Singapura Bersedih, Rumah Makan Nasi Padang Tertua Tutup setelah 78 Tahun Beroperasi

Kuliner
2 bulan lalu

Yummy! Aura Kasih Ternyata Doyan Jajan Pinggir Jalan

Megapolitan
3 bulan lalu

Situasi Terkini Area Kuliner di Kalibata usai Dibakar Buntut 2 Matel Tewas Dikeroyok

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal