Cerita Prabowo dan Eks Panglima GAM: Musuh yang Akhirnya Jadi Sahabat

Felldy Utama ยท Rabu, 26 Desember 2018 - 22:46 WIB
Cerita Prabowo dan Eks Panglima GAM: Musuh yang Akhirnya Jadi Sahabat

Capres nomor urut 02 Prabowo Subianto di Aceh, Rabu (26/12/2018). (Foto: istimewa).

ACEH, iNews.id – Persahabatan antara calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto dengan mantan Panglima Gerakan Aceh Merdeka (GAM) Muzakir Manaf ternyata diwarnai kisah menarik. Prabowo mengaku pernah memburu Muzakir.

Prabowo menceritakan, saat memimpin Kopassus dan Pangkostrad dirinya mengincar Muzakir Manaf. Keinginan itu didasari tuntutan profesinya menjaga NKRI. Hal sebaliknya pun sama, GAM khususnya Muzakir Manaf menginginkan menembak bahkan menculik Prabowo untuk dihabisi.

"Tidak ada orang membayangkan bagaimana Panglima GAM dan Panglima kostrad bisa jadi satu, saya juga tidak mengerti. Saya selalu cerita, saya bingung karena dulu beliau saya kejar-kejar dan dan beliau pun selalu kejar-kejar saya. Begitu ketemu kita saling pelukan habis itu selesai," kata Prabowo di Aceh, melalui keterangan tertulisnya yang diterima iNews.id, Rabu (26/12/2018).

BACA JUGA: Prabowo Berduka atas Meninggalnya Istri Ifan Seventeen Dylan Sahara

Muzakir Manaf yang dikenal orang Aceh dengan sebutan Mualem ini sekarang menjadi sahabat dekat ketua umum Partai Gerindra tersebut. Bahkan, saat Mualem ingin bergabung dengan Gerindra, Prabowo sempat menolak karena nanti jadi bawahannya di partai.

"Saya bilang Anda ini Mualem kalau masuk Gerindra nanti jadi bawahan saya, saya tidak mau, Anda ini harus jadi sahabat saya. Akhirnya karena beliau dengan tekad yang kuat terus menerus, saya terima beliau masuk dan Insyaallah kita bersama terus untuk Indonesia yang adil dan makmur," ujarnya.

Prabowo menuturkan, di balik kisah sejarah dirinya dengan mantan Panglima GAM tersebut, ada pelajaran berharga terkait persahabatan, yakni meskipun dulunya berseberangan bahkan bermusuhan.

"Di situ saya ambil hikmah bahwa kita semua saudara, bahwa kita bisa selesaikan masalah dengan keihlasan, kejernihan berpikir, sehingga saya bersahabat dengan Mualem yang merupakan suatu keanehan," kata Prabowo.


Editor : Zen Teguh