One Way Ditutup, Arus Lalin di Tol Palikanci dan Pantura Pemalang Merayap

Toiskandar, Rahmat Hidayat, Suryono ยท Sabtu, 01 Juni 2019 - 02:08 WIB
One Way Ditutup, Arus Lalin di Tol Palikanci dan Pantura Pemalang Merayap

Puluhan ribu kendaraan memadati ruas Jalan Tol Palikanci, Cirebon, Jawa Barat memasuki H-5 Lebaran, Jumat (31/5/2019). (Foto: iNews.id/Toiskandar)

CIREBON, iNews.id – Arus lalu lintas di Jalan Tol Palimanan-Kanci (Palikanci) Cirebon, Jawa Barat memasuki H-5 Lebaran, Jumat (31/5/2019) malam, padat merayap.

Puluhan ribu kendaraan harus berjalan merayap dengan kecepatan kurang dari 20 km per jam. Membeludaknya volume kendaraan tersebut memaksa polisi menutup sistem one way atau jalur searah dengan membuka kembali jalur kedua arah dari Jawa Tengah menuju Jakarta maupun sebaliknya.

Bahkan, dari Km 188 hingga 195 Tol Palikanci atau sejauh 5 km sempat mengalami kemacetan. Hal ini diakibatkan polisi mulai melakukan sterilisasi kendaraan.

Sebelumnya, sistem satu arah atau one way di sepanjang ruas Tol Trans Jawa mulai Km 70 Dawuan hingga KM 263 Brebes Barat diberlakukan sejak pukul 06.00 WIB-21.00 WIB.

Petugas pengendali Tol Cipali GT Palimanan, AKP Rizki Satya mengatakan, pemberlakuan sistem dua arah ini dilakukan mengingat arus kendaraan dari Jakarta kembali normal.

“Arus kendaraan yang hendak balik ibu kota, kini sudah bisa masuk ke Tol Cipali yang dibuka pukul 21.00 malam tadi,” katanya.

BACA JUGA:

Malam Ini Diprediksi Puncak Arus Mudik di Pelabuhan Merak

Banyak Pemudik di Majalengka Tak Paham Aturan One Way

Sementara itu, ribuan pemudik sepeda motor memadati ruas Jalan Raya Negara dan Kalimalang, Kota Bekasi hingga terjadi kemacetan panjang.

Dari pantauan posko mudik Lebaran, terhitung sejak pukul 08.00 WIB hingga 22.00 WIB, tercatat ada 12.630 sepeda motor yang telah melintas di Jalan Negara dan Kalimalang. Sedangkan kendaraan roda empat berjumlah 6.830 unit yang melintas di ruas jalan tersebut.

Kondisi sama juga terpantau di jalur Pantura Pemalang, Jawa Tengah. Arus kendaraan yang didominasi angkutan barang, truk, dan mobil pribadi mulai meningkat hingga terjadi antrean panjang di beberapa titik, seperti di ruas dalam kota.

Hal ini dipicu banyaknya warga yang berbelanja untuk kebutuhan Lebaran di pusat-pusat perbelanjaan. Parkir kendaraan yang memakan badan jalan membaut arus semakin semrawut.

Kapolres Pemalang, AKBP Kristanto Yoga Darmawan mengatakan, pemudik yang melinta di jalan Pantura Pemalang sepanjang 40 km perlu waspada karena merupakan titik lelah bagi pemudik atau pengendara dari arah Jakarta maupun dari arah Surabaya.

“Pemudik yang lelah jangan memaksakan diri. Sebaiknya istirahat agar badan kembali segar saat berkendara,” katanya.

Dia menambahkan, pemudik juga perlu mewaspadi beberapa titik rawan kemacetan seperti, jalur dalam kota, jalan lingkar. Selain itu, exit Tol Gandulan Pemalang yang merupakan pertemuan arus Pantura dan Tol Pemalang-Batang.

“Kami sudah melakukan berbagai uapaya agar para pemudik yang melintas di Pantura Pemalang bisa aman dan nyaman. Daerah ini memang sebagai titik lelah,” katanya.


Editor : Kastolani Marzuki