Jadi Simbol Pemimpin Bijak, Tokoh Dayak Siap Menangkan Jokowi-Ma'ruf

Aditya Pratama, Antara ยท Jumat, 22 Maret 2019 - 21:20 WIB
Jadi Simbol Pemimpin Bijak, Tokoh Dayak Siap Menangkan Jokowi-Ma'ruf

Ketua Adat Dayak Kenyah, Ajang Kedung saat menyambut kedatanagn cawapres 01 KH Ma'ruf Amin di Samarinda, Kaltim. (Foto: istimewa)

SAMARINDA, iNews.id - Sejumlah tokoh masyarakat Dayak Provinsi Kalimantan Timur memberikan dukungan kepada pasangan capres-cawapres Joko Widodo-Ma'ruf Amin dan siap memenangkannya pada Pilpres 2019.

Ketua Adat Dayak Kenyah, Ajang Kedung mengatakan, pasangan Jokowi-Ma'ruf Amin merupakan figur yang dianggap bisa mengayomi masyarakat Indonesia dengan segala kemajemukannya dan keduanya merupakan tokoh pemersatu bangsa.

"Kami siap memenangkan Jokowi- Ma'ruf, kami tidak berbicara persentase angka, yang penting Jokowi-Ma'ruf menang kami solid dan wajib menang," kata Ajang Kedung di sela-sela Silaturahmi Kebangsaan di Ponpes Nabiel Husen, Samarinda, Jumat (22/3/2019).

Pada acara tersebut, lanjut Ajang Kedung, Dewan Adat Dayak Kalimantan Timur juga memberikan gelar kehormatan kepada Ma'ruf Amin sebagai pemimpin yang bijak. "Gelar ini kami berikan atas rembuk para tokoh dan tetua adat, Beliau (Ma'ruf Amin) memang layak kita jadikan tokoh dan panutan," katanya.

Ketua Dewan Adat Dayak Edy Gunawan Areq Lung menambahkan bahwa simbol pemimpin yang bijak disematkan kepada Ma'ruf Amin, tidak bisa terbantahkan lagi karena beliau merupakan ulama besar, kiai yang banyak pengikutnya namun di lain sisi tetap mengayomi elemen masyarakat lainnya.

"Kebersamaan, persatuan inilah yang harus kita jaga, dan kita butuh pemimpin pemersatu yang bisa mengayomi semua elemen yang ada dalam masyarakat," ujarnya.

BACA JUGA:

Ma'ruf Disambut Adat Dayak dan Digelari Pemimpin Bijak di Samarinda

Safari Politik di Samarinda, Ma'ruf Amin: Pilpres Bukan Ajang Perang

Dia berharap momen pilpres tahun ini tidak dijadikan sebagai ajang permusuhan antar kelompok, dan lebih berkonsentrasi untuk memilih pemimpin terbaik untuk bangsa dan negara hingga lima tahun ke depan.

"Kami sadar masyarakat adat ini adalah bagian dari Negara Kesatuan RI, yang harus kita jaga kedaulatannya untuk mewujudkan masyarakat adil makmur aman dan sentosa," tandasnya.

 


Editor : Kastolani Marzuki