Sikapi Survei Media Cetak Nasional, Ma'ruf Amin: Ambil Tengahnya Saja

Antara ยท Kamis, 21 Maret 2019 - 01:08 WIB
Sikapi Survei Media Cetak Nasional, Ma'ruf Amin: Ambil Tengahnya Saja

Cawapres 01 KH Ma'ruf Amin menghadiri dialog antarumat beragama di Bengkulu. (Foto: istimewa)

BALIKPAPAN, iNews.id – Cawapres nomor urut 01, KH Ma'ruf Amin mendorong Tim Kampanye Nasional (TKN) dan relawan sayap pendukung pasangan nomor urut 01 untuk digerakkan lebih efektif lagi, sehingga bisa mendongkrak elektabilitasnya. 

Hal itu diungkapkan Kiai Ma’ruf menanggapi survei litbang media cetak nasional yang menempatkan pasangan 01 Jokowi-Ma’ruf Amin unggul dengan selisih 11,8 persen dibanding pasangan 02 Prabowo-Sandi.

"TKN dan TKD tentu kita dorong, tapi sayap-sayap itu juga, di bawah banyak sayap. Ini sayap relawan juga diefektifkan," kata Ma’ruf Amin di sela- sela safari politiknya ke Balikpapan, Kalimantan Timur, Rabu (20/3/2019) malam. 

Kiai Ma’ruf pun menyetujui hasil survei media nasional tersebut sebagai bahan acuan bagi relawan untuk lebih giat dan bekerja keras menggalang dukungan.

"Survei kan lebih banyak kalau SMRC itu bedanya 26 (persen) yakni 58 (persen), sana (Prabowo-Sandiaga) cuma 31 (persen) dan sekarang ada yang sebut 11 (persen)," ujar Kiai Ma'ruf.

BACA JUGA:

Jokowi: Hasil Survei yang Baik Bisa Melemahkan, Bikin Tak Waspada

Kiai Ma'ruf Amin Minta Relawan Kerja Keras Tanpa Korbankan Persatuan

Karena mewakili perbedaan itu, lanjutnya, selisih survei itu diambil jalan tengahnya, yaitu sekitar 20 persen. 
"Sekarang kita ambil tengah aja, sekitar 20 (persen) kan. Jadi ada 26, 20, ada 11. Sementara ini kita ambil yang tengah aja," kata Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) nonaktif itu. 

Litbang media cetak nasional merilis hasil survei pasangan capres-cawapres yang berlaga di Pilpres 2019. Hasilnya, elektabilitas Jokowi-Ma'ruf 49,2 persen dan Prabowo-Sandiaga 37,4 persen. Selisihnya hanya 11,8 persen. 

Survei tersebut dilakukan sejak 22 Februari hingga 5 Maret 2019 dengan melibatkan 2.000 responden yang dipilih menggunakan metode pencuplikan sistematis bertingkat di 34 provinsi Indonesia.


Editor : Kastolani Marzuki