Kasus DBD Meningkat, Rescue Perindo Banten Fogging 200 Rumah di Serang

Sindonews ยท Minggu, 24 Maret 2019 - 03:02 WIB
Kasus DBD Meningkat, Rescue Perindo Banten Fogging 200 Rumah di Serang

Rescue Partai Perindo Banten mengasapi 200 rumah warga di Kabupaten Serang, Provinsi Banten, Sabtu (23/3/2019). (Foto: Sindonews)

SERANG, iNews.id – Rescue Perindo Banten melakukan pengasapan atau fogging di Kampung Pegandikan, Kecamatan Lebak Wangi, Kabupaten Serang, Provinsi Banten, Sabtu (23/3/2019). Hal ini menyusul kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) yang meningkat di daerah itu.

Ketua Rescue Perindo Provinsi Banten Bambang Bernardi mengatakan, pengasapan dilakukan atas permintaan warga yang khawatir dengan perkembangbiakan nyamuk aedes aegypti penyebab DBD di lingkungannya. Sebab, sudah ada kasus warga setempat yang positif terjangkit penyakit mematikan itu.

“Kami lakukan fogging secara gratis ke 200 rumah atas permintaan warga karena di sini ada kasus DBD. Warga antusias dan menyambut baik kegiatan ini,” kata Bambang yang juga Caleg Perindo DPRD Dapil IV Kabupaten Serang. Sabtu (23/3/2019).

BACA JUGA:

Perindo Gelar Bazar Murah dan Panggung Hiburan di Cilincing

Ketua DPW Perindo Sulut Bersama Para Caleg Kota Bitung Gelar Fogging

Tim rescue dengan teliti menyemprotkan asap ke sejumlah titik yang dijadikan sarang nyamuk, seperti di selokan dan halaman rumah warga. Sesekali warga juga menunjukkan lokasi sarang nyamuk di wilayah itu.

“Program unggulan Partai Perindo ini hanya sebatas pencegahan supaya tidak mewabah lebih meluas dan tidak ada lagi warga yang terkena DBD,” ujar Bambang didampingi Caleg Perindo DPRD Banten Dapil Kabupaten Serang, Rini Soraya.

Dia berharap, setelah pengasapan itu, masyarakat setempat juga berperan aktif menjaga kebersihan lingkungannya. Warga perlu menjalankan langkah 3 M, yakni menguras, membersihkan dan mengubur barang bekas, sehingga tidak ada sarang nyamuk yang tersisa.

“Kami terus mengajak masyarakat untuk membersihkan rumah dan lingkungannya masing-masing melalui program pemberantasan sarang nyamuk,” tuturnya.


Editor : Maria Christina