Tak Langgar UU Pemilu, Bawaslu Hentikan Penyelidikan 15 Camat Makassar

Antara ยท Senin, 11 Maret 2019 - 17:21 WIB
Tak Langgar UU Pemilu, Bawaslu Hentikan Penyelidikan 15 Camat Makassar

Ilustrasi Bawaslu. (Foto: dok iNews)

MAKASSAR, iNews.id – Penyelidikan laporan dugaan pelanggaran pemilu oleh 15 camat se-Makassar dihentikan Sentra Penegakan Hukum Terpadu (Gakkumdu) Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Sulawesi Selatan (Sulsel). Mereka dinyatakan tidak melakukan pelanggaran pidana Undang-Undang (UU) Pemilu terkait video viral dugaan kampanye ke pasangan capres dan cawapres nomor urut 01.

"Setelah dilakukan telaah kami mengambil kesimpulan camat yang dilaporkan itu tidak melanggar Undang-Undang Pemilu. Laporan tersebut kami nilai tidak memenuhi unsur untuk dinaikkan ke tahap penyidikan," ujar Ketua Bawaslu Sulsel La Ode Arumahi di Makassar, Senin (11/3/2019).

Putusan tersebut berdasarkan hasil sidang rapat pleno Bawaslu Sulsel. Selain itu juga hasil klarifikasi serta pemeriksaan terhadap sejumlah saksi termasuk terlapor ke-15 camat tersebut, dan mantan Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo.

BACA JUGA:Viral Video Dukungan ke Capres, 15 Camat di Makassar Diperiksa Bawaslu

Kendati tak ditemukan pelanggaran hukum pada UU Pemilu, Arumahi mengungkapkan ke-15 camat yang diduga tidak netral tersebut masih ditengarai melakukan pelanggaran hukum lainnya. Pihaknya masih akan meneruskan persoalan ini dengan mengirimkan rekomendasi kepada Komite Aparatur Sipil Negara (KASN) untuk proses lebih lanjut.

"Bawaslu masih melihat ada dugaan pelanggaran hukum lainnya sehingga di rekomendasikan (15 Camat) persoalan ini ke KASN," ucap Arumahi.

Diketahui, sebelumnya Bawaslu Sulsel memeriksa 15 camat se-Makassar secara maraton atas dugaan pelanggaran pidana pemilu yang dilaporkan BPN Prabowo-Sandi. Laporan itu menyangkut beredarnya video dugaan dukungan ke pasangan capres lain.


Editor : Donald Karouw