Banjir di Pasaman Barat, Pemkab Tetapkan 7 Hari Masa Tanggap Bencana

Antara ยท Sabtu, 13 Oktober 2018 - 13:46 WIB
Banjir di Pasaman Barat, Pemkab Tetapkan 7 Hari Masa Tanggap Bencana

Banjir merendam permukiman warga di Kabupaten Pasaman, Sumatera Barat, Kamis (12/10/2018) malam. (Foto: Istimewa)

SIMPANG EMPAT, iNews.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pasaman Barat, Sumatera Barat (Sumbar) menetapkan masa tanggap darurat selama tujuh hari untuk penanganan bencana banjir. Musibah banjir yang terjadi saat ini merupakan yang terbesar melanda daerah Pasaman Barat.

Kepala Badan Perencanaan Daerah (BPBR) Pasaman Barat Tri Wahluyo mengatakan, sejak Kamis (11/10/2018) hingga Jumat (12/10/2018), banjir telah merendam 11 kecamatan. "Sesuai persetujuan bupati, maka tanggap darurat ditetapkan selama tujuh hari. Berlaku sejak 11 Oktober sampai 18 Oktober 2018," kata Wahluyo, Sabtu (13/10/2018).


BACA JUGA:

2 Jembatan di Pasaman Barat Terputus Akibat Banjir, 875 KK Terisolasi

BPBD Sumut: Banjir dan Longsor Terjang 11 Kecamatan Madina, 10 Hilang


Dia menjelaskan, saat ini sejumlah lokasi banjir sudah mulai surut. Curah hujan juga sudah mulai berhenti. "Saat ini di beberapa titik lokasi banjir sudah ada tim gabungan BPBD, Basarnas, PMI, TNI, Polri. Petugas gabungan masih mengevakuasi korban banjir. Selain itu evakuasi secara swadaya dari masyarakat juga terus dilakukan," ujarnya.

Lokasi banjir yang mulai surut yakni di wilayah Jambak. Sementara itu di daerah Batang Saman yang sempat membuat arus transportasi terputus selama dua hari sudah mulai lancar.

Data sementara, lebih dari 1.000 rumah terdampak bencana banjir. Begitu juga lahan pertanian yang rusak mencapai lebih dari 1.000 hektare. "Masyarakat di Tanjung Pangkal, Batang Saman, Koto Sawah Ujung Gading, Lubuk Gobing dan daerah lainnya masih mengungsi karena rumahnya tergenang air," ucapnya.

Akibat bencana banjir ini, ratusan rumah warga mengalami kerusakan. Selain itu, sejumlah titik longsor juga terjadi di Talamau, Kinali, Air Bangis dan Muaro Kiawai. Taksiran nilai kerugian akibat bencana banjir diperkirakan mencapai miliaran rupiah.

"Mudah-mudahan cuaca kembali baik dan air susut. Bantuan dari berbagai pihak juga sudah mulai mengalir," tuturnya


Editor : Donald Karouw