Video Penggeledahan di Rumah Dodi Shah Viral, Perekam Akan Diperiksa

Stepanus Purba ยท Jumat, 01 Februari 2019 - 10:01 WIB
Video Penggeledahan di Rumah Dodi Shah Viral, Perekam Akan Diperiksa

Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Tatan Dirsan Atmaja. (Foto: iNews.id/Stepanus Purba).

MEDAN, iNews.id - Beredar di media sosial (medsos) rekaman video saat polisi menggeledah di rumah Direktur PT Anugerah Langkat Makmur (ALAM), Dodi Shah, di Komplek Cemara Asri, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara (Sumut).

Video itu menjadi viral setelah seorang di balik rekaman tersebut menuding polisi tidak profesional. Dodi sengaja ditetapkan sebagai tersangka karena dilatarbelakangi persoalan politik.

"Alasannya apa ke sini, tidak jelas yah," kata seorang perempuan bertanya kepada polisi yang berjaga di depan rumah Dodi.

Dia pun mengancam akan menyebarluaskan video tersebut, sehingga viral di medsos. Awalnya seorang petugas sempat ingin menjelaskan ke perempuan yang merekam video soal penggeledahan, namun dibalas dengan ketus.

"Kami tidak mau pilih yang kalian wajibkan itu, makanya kalian datang ke sini kan," ujar dia.

Menyikapi hal tersebut, Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Tatan Dirsan Atmaja, membantah pernyataan dari perekam video itu. Menurutnya, polisi bekerja secara profesional dan independen dalam penanganan kasus.

"Jadi kami sampaikan bahwa Polri dalam hal ini sebagai penegak hukum kita netral," kata Tatan di Mapolda Sumut, Kota Medan, Jumat (1/2/2019).

Dia mengatakan, secara verbal orang di balik rekaman video ini sudah menuduh instansi polri. Pihaknya akan mengambil langkah tegas terhadap perempuan tersebut, yang diduga kerabat tersangka Dodi Shah.

Sejauh ini, kata dia, polisi memang belum tahu siapa perempuan yang merekam video dan membuatnya menjadi viral tersebut. Namun, ada saksi yakni petugas kepolisian yang saat itu ditanya langsung saat penggeledahan.

"Yang jelas, kami akan memeriksa perekam video ini," ujar dia.

Sebelumnya, polisi menggeledah Kantor PT ALAM di Jalan Sei Deli, Kelurahan Silalas, Kecamatan Medan Barat, Rabu (30/1/2019). Penggeledahan ini berkaitan alih fungsi hutan lindung di Kabupaten Langkat menjadi areal perkebunan kelapa sawit.

Alih fungsi lahan perkebunan sawit itu berada di beberapa kecamatan Kabupaten Langkat dengan luasan mencapai 336 hektare. Yakni di Kecamatan Sei Lepan, Brandan Barat dan Besitang.

Atas kasus itu, Dodi kini telah resmi berstatus tersangka. Namun ia tidak ditahan dan hanya dikenakan wajib lapor.

Berdasarkan informasi yang dihimpun iNews.id, PT ALAM merupakan perusahaan yang dipimpin Dody Shah. Dia merupakan adik dari Wakil Gubernur Sumatera Utara Musa Rajeckshah.


Editor : Andi Mohammad Ikhbal