Ribuan Ikan Mati Mendadak di Pantai Trisik, Ini Hasil Temuan DKP Kulonprogo

Kuntadi ยท Selasa, 11 Juni 2019 - 10:58 WIB
Ribuan Ikan Mati Mendadak di Pantai Trisik, Ini Hasil Temuan DKP Kulonprogo

Ribuan ikan yang mati mendadak di Laguna Pantai Trisik diduga akibat kadar keasaman (pH) air yang tinggi. (Foto: iNews.id/Kuntadi)

KULONPROGO, iNews.id – Kematian mendadak ribuan ikan di Laguna Pantai Trisik, Kulonprogo, DIY, masih diselidiki. Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kulonprogo turun tangan mengecek langsung ke lapangan untuk memastikan penyebabnya.

Kabid Pemberdayaan Nelayan Kecil dan Pengelolaan Pelelangan Ikan DKP Kulonprogo Sugiharto mengatakan, berdasarkan pengecekan dan hasil sampel air, ditemukan adanya derajat keasaman (pH) yang cukup tinggi.

“Iya, jadi kami kemarin sudah ke sana untuk mengecek,” ujar Sugiharto, Selasa (11/6/2019).

BACA JUGA: Diduga Keracunan, Ribuan Ikan di Laguna Pantai Trisik Mati

Menurutnya, kadar pH air sangat tinggi mencapai 9,3 menjadi penyebab kematian ikan secara mendadak. Sebab dalam kondisi normal, kadar pH air untuk ikan hidup berada di kisaran 7 sampai 8 pH saja.

“Air payau memang pH-nya lebih tinggi dari 7. Tetapi tidak sampai 9,” katanya.

DKP Kulonprogo menduga, matinya puluhan ribu ikan ini akibat limbah tambak udang yang dibuang ke laguna. Kondisi ini diperparah dengan debit air yang menyusut akibat musim kemarau. Idealnya memang dari saluran pembuangan limbah ditampung dan diolah terlebih dulu.

“Amoniak ini yang menjadi racun untuk ikan di laguna,” ucapnya.

Selain ikan nila, beberapa jenis ikan liar juga banyak ditemukan mati. Seperti ikan bethik, keting dan beberapa jenis lainnya.

Rencananya, bangkai ikan ini akan dikubur dengan membuat lubang di dekat laguna. Langkah ini perlu dilakukan agar tidak menimbulkan bau dan bibit penyakit.

“BLH (Badan Lingkungan Hidup) Provinsi juga akan ke sana untuk mengambil sampel,” katanya.

Sementara itu, anggota Komisi IV DPRD Kulonprogo Priyo Santoso meminta Pemkab Kulonprogo turun tangan menangani permasalahan ikan yang mati. Sebab lokasi ini merupakan tempat budidaya ikan dan keberadaan tambak udang juga sudah sesuai dengan RTRW.

Politikus PAN ini menilai, matinya ikan di laguna Trisik bukanlah kali pertama. Tahun lalu juga terjadi kasus yang sama. Semestinya kejadian yang ada dibuat kajian dan perlu ada upaya antisipasi agar di tahun mendatang tidak terulang kembali.

“Limbah ini perlu diolah agar tidak mencemari,” ujarnya.

Priyo mengingatkan, lokasi laguna ini berada di kawasan wisata sehingga perlu ada langkah yang tegas agar citra pariwisata di Kulonprogo tetap terjaga. Apalagi di kawasan ini pariwisata sedang tumbuh dengan adanya tracking di sekitar laguna.


Editor : Donald Karouw