Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Mentan Amran Pecat Pegawai Pelaku Pungli Alsintan, Palak Petani hingga Ratusan Juta Rupiah
Advertisement . Scroll to see content

13 Sapi Mati karena Wabah PMK, Kementan Minta Jangan Panik: Virus Tak Menular ke Manusia

Jumat, 13 Mei 2022 - 17:10:00 WIB
13 Sapi Mati karena Wabah PMK, Kementan Minta Jangan Panik: Virus Tak Menular ke Manusia
13 sapi mati karena wabah PMK, Kementan minta jangan panik: virus tak menular ke manusia. (Foto: iNews.id/Taufan Mustafa)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Kementerian Pertanian (Kementan) menyatakan terdapat 2.555 ekor sapi terkonfirmasi positif terjangkit virus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) dan 13 ekor sapi mati akibat wabah tersebut.

Meski demikian Direktur Jendral Peternakan, Kesehatan Hewan (PKH) Kementan Nasrullah mengatakan, Kementan belum bisa menaksir berapa total kerugian materil peternak akibat adanya virus tersebut.

"Akan dihitung nanti pasti (kerugiannya)," kata dia kepada MNC Portal Indonesia, Jumat (13/5/2022).

Kementan pun mengimbau agar masyarakat tidak perlu panik akibat adanya wabah PMK. Pasalnya, virus ini tidak menular kepada manusia. Bahkan saat ini manusia juga masih bisa mengonsumsi daging sapi tapi dengan memperhatikan bagian daging yang dimakan.

Sedangkan untuk para peternak, Kementan juga telah menjanjikan bakal menciptakan vaksin untuk meningkatkan antibodi hewan ternak agar tidak mudah terjangkit penyakit. Kementan bakal menghadirkan vaksin setidaknya kurang dari 28 hari sejak diumumkan pada Rabu (11/5/2022).

"Dari sekian banyak hewan ternak yang menjadi suspect ternyata bisa disembuhkan. Intinya dalam menghadapi PMK ini jangan panik," kata Mentan  Syahrul Yasin Limpo dalam konferensi persnya kemarin.

Sambil menunggu vaksin hadir, Kementan juga mengambil beberapa langkah pertama dengan memberikan antibiotik kepada hewan-hewan ternak khususnya yang berada di wilayah enam kabupaten yang terkonfirmasi adanya wabah PMK. Dari enam kabupeten  itu, sebanyak 4 berada di Jawa Timur, dan 2 di Aceh.

Editor: Jujuk Ernawati

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut