Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : BSI dan BPJS Ketenagakerjaan Kolaborasi, Buka Akses KPR Syariah 30 Tahun
Advertisement . Scroll to see content

2017, Dana Kelolaan BPJS Ketenagakerjaan Tembus Rp368 Triliun

Selasa, 30 Januari 2018 - 16:12:00 WIB
2017, Dana Kelolaan BPJS Ketenagakerjaan Tembus Rp368 Triliun
Ilustrasi (Foto: Okezone.com)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id – Badan Pengelola Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan mencatat posisi dana kelolaan hingga akhir tahun 2017 mencapai Rp367,88 triliun. Dana kelolaan tersebut melampaui target atau 106,85 persen dari target yang ditetapkan manajemen BPJS Ketenegakerjaan sebesar Rp317,26 triliun.

Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan, Agus Susanto mengatakan, dana kelolaan BPJS Ketenagakerjaan tahun lalu tumbuh 15,96 persen dari posisi dana kelolaan tahun 2016. Pertumbuhan tersebut, kata dia, berasal dari pertumbuhan investasi dan bertambahnya iuran peserta.

Pada tahun lalu, hasil investasi BPJS Ketenagakerjaan mencapai Rp26,71 triliun atau mencapai 107,53 persen dari target yang ditetapkan Rp24,84 triliun. Pertumbuhan investasi tersebut tidak terlepas dari bagusnya kinerja instrumen investasi sepanjang 2017 seperti surat utang dan saham. Maklum saja, dua instrumen itu mendominasi (overweight) portofolio investasi BPJS Ketenagakerjaan.

Agus menjelaskan, alokasi investasi BPJS Ketenagakerjaan pada tahun lalu didominasi surat utang sebesar 58,70 persen diikuti saham sebesar 18,99 persen, deposito sebesar 12,46 persen, reksa dana 9,13 persen, properti 0,58 persen dan penyertaan modal 0,13 persen.

"Pengelolaan dana investasi tersebut memberikan tingkat pengembalian atau yield on investment (YOI) sebesar 9,4 persen,” kata Agus, Selasa (30/1/2018).

Hasil investasi itu juga melewati rata-rata tingkat suku bunga deposito bank BUMN sebesar 5,19 persen. Dari pengelolaan dana tersebut, kata Agus, peserta BPJS Ketenagakerjaan akan  menerima hasil pengembangan Jaminan Hari Tua (JHT) sebesar 7,83 persen. Jumlah ini meningkat 0,64 persen dari 2016 yang mencapai 7,19 persen.

Selain hasil investasi, kata Agus, pihaknya juga mendorong iuran kepesertaan untuk mendongkrak dana kelolaan BPJS Ketenagakerjaan. Pada tahun lalu, iuran yang dibayar para pekerja, baik penerima upah maupun bukan penerima upah mencapai Rp64,37 triliun atau meningkat 14,34 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Kenaikan iuran ini juga tidak terlepas dari meningkatnya jumlah kepesertaan aktif BPJS Ketenagakerjaan per 31 Desember 2017 yang mencapai 29,65 juta pekerja atau naik 13,03 persen dibandingkan akhir tahun 2016. Sementara dari sisi total pekerja yang terdaftar BPJS Ketenagakerjaan mencapai 44,99 juta orang.

"Kami akan terus meningkatkan kinerja institusi sekaligus memberikan pelayanan terbaik untuk peserta 2018," tuturnya.

Sementara itu, Agus menyebutnya, pihaknya juga telah membayar klaim dan jaminan sebesar Rp25,36 triliun untuk 2,04 juta orang sepanjang 2017. Pembayaran tersebut terkait dengan empat program yang dimiliki BPJS Ketenagakerjaan yaitu Jaminan Hari Tua (JHT), Jaminan Pensiun (JP), Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), dan Jaminan Kematian (JK).

Editor: Ranto Rajagukguk

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut