3.870 Lulusan Alfamart dan Alfamidi Class Terserap Kerja, 794 Guru Vokasi Lulus Penguatan Kompetensi
JAKARTA, iNews.id - Sebanyak 3.870 lulusan Alfamart dan Alfamidi Class terserap langsung menjadi karyawan Alfamart dan Alfamidi dalam satu tahun terakhir. Serapan tersebut menjadi salah satu bentuk keterhubungan pendidikan vokasi dengan kebutuhan dunia industri yang terus diperkuat melalui program Alfamart dan Alfamidi Class.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 3.431 lulusan bergabung dengan Alfamart dan 439 lulusan bergabung dengan Alfamidi. Di sisi lain, penguatan keterhubungan antara pendidikan dan industri juga dilakukan melalui peningkatan kompetensi tenaga pendidik dan kependidikan (Tendik). Sebanyak 794 guru vokasi dari 229 sekolah Alfamart dan Alfamidi Class dinyatakan lulus dalam program penguatan link and match dunia pendidikan dan industri ritel nasional.
Program yang digagas Alfamart bersama Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) tersebut berlangsung selama Mei-Agustus 2026. Program ini bertujuan memperkuat kompetensi guru vokasi agar semakin sesuai dengan kebutuhan dunia industri, khususnya sektor ritel.
Rangkaian program secara resmi ditutup oleh Wakil Menteri (Wamen) Pendidikan Dasar dan Menengah Dr Fajar Riza bersama Human Capital Director Alfamart dan Alfamidi Tri Wasono Sunu di Kantor Balai Besar Pengembangan Penjaminan Mutu Pendidikan Vokasi (BBPPMPV) Bisnis dan Pariwisata (Bispar), Depok, Jawa Barat, Kamis (20/8/2026).
Kerja sama tersebut merupakan bagian dari upaya memperkuat keterhubungan antara pendidikan vokasi dan dunia industri. Melalui kurikulum berbasis industri, para guru mendapatkan pembekalan teori sekaligus pengalaman praktik mengenai proses bisnis dan dinamika kerja di industri ritel melalui pemagangan di Alfamart dan Alfamidi.
Program ini merupakan tindak lanjut dari nota kesepahaman (MoU) yang ditandatangani Alfamart dan Kemendikdasmen pada Mei 2026. Saat ini, program Alfamart dan Alfamidi Class telah mencakup 229 business center yang tersebar di 29 provinsi.
Dalam kesempatan tersebut, Wamen Dikdasmen Dr Fajar Riza mengapresiasi kontribusi Alfamart dan Alfamidi dalam pengembangan pendidikan vokasi. Menurut dia, kolaborasi dunia usaha dan pemerintah tidak hanya penting untuk meningkatkan kompetensi siswa, tetapi juga memperkuat kapasitas Tendik.
“Tadi kita dengarkan testimoni dari guru-guru yang mengikuti program ini, dan mereka memberikan apresiasi yang sangat positif. Mereka mendapatkan manfaat dalam proses pemagangan ini, sehingga lebih mengetahui proses bisnis yang terjadi dan tentu memberikan nilai tambah saat mereka kembali ke sekolah masing-masing,” ujarnya.
Wamen juga menyampaikan apresiasi atas dukungan secara konsisten dari Alfamart dan Alfamidi yang telah menghadirkan program Alfamart Class sejak tahun 2009.
“Kami mengapresiasi Alfamart dan Alfamidi yang konsisten memberikan dukungan terhadap dunia pendidikan vokasi kita, sehingga kita punya tenaga pendidik yang tidak hanya kompeten namun juga mempunyai pengalaman terhadap bidang-bidang keilmuan yang mereka ajarkan di sekolahnya (Alfamart dan Alfamidi Class).”,
Pihaknya juga berharap inisiasi program dari Alfamart dan Alfamidi Class dalam memberikan pengalaman langsung di dunia industri bagi guru-guru vokasi terus berlanjut dan manfaatnya diperluas.
Sementara itu, Human Capital Director Alfamart dan Alfamidi Tri Wasono Sunu mengatakan, program tersebut tidak hanya ditujukan untuk meningkatkan pemahaman Tendik terhadap industri ritel, tetapi juga menjadi bagian dari sinkronisasi kebutuhan dunia usaha dengan pendidikan vokasi.
Sejak pertama kali diluncurkan pada 2009, kata Sunu, program Alfamart dan Alfamidi Class terus berkembang mengikuti kebutuhan dunia industri.
“Selama 17 tahun perjalanan program, Alfamart dan Alfamidi Class terus berinovasi. Tidak hanya menyediakan fasilitas pendukung pendidikan melalui business center ritel modern, tetapi juga memperkuat kapasitas Tendik agar dapat memahami dan mengimplementasikan proses bisnis ritel modern secara lebih komprehensif,” ujarnya.
Sunu mengatakan, dari 229 business center yang tersedia, sebanyak 169 merupakan Alfamart Class dan 60 lainnya Alfamidi Class. Adapun 794 guru yang mengikuti program penguatan kompetensi terdiri dari 650 guru Alfamart Class dan 144 guru Alfamidi Class.
“Komitmen Alfamart dan Alfamidi dalam mendukung sektor pendidikan akan terus kami selaraskan dengan kebutuhan dan dinamika industri yang semakin adaptif. Harapan kami, melalui penguatan kompetensi guru vokasi ini, dapat lahir lulusan yang semakin siap dan memiliki kompetensi yang relevan untuk menghadapi dunia kerja,” tuturnya.
Salah satu guru vokasi peserta program pemagangan, Klasina Akely dari SMKN 1 Sorong, Papua Barat Daya, mengatakan program tersebut memberikan pengalaman langsung mengenai proses bisnis industri ritel.
Selain mengikuti pelatihan secara hybrid, para peserta juga menjalani pemagangan di gerai-gerai Alfamart. Pengalaman tersebut dinilai membantu guru memahami praktik kerja di industri yang kemudian dapat diterapkan dalam proses pembelajaran di sekolah.
“Setelah menjalani program magang (Alfamart Class), saya menyadari bahwa banyak pembelajaran industri yang belum diterapkan di sekolah. Contohnya seperti materi administrasi transaksi. Harapannya, tahun depan ada program seperti ini agar para guru mendapat pengalaman berharga. Guru-guru di sekolah bisa langsung terjun ke dunia industri dan dapat kembali ke sekolah untuk menerapkan ilmu tersebut kepada murid sehingga mereka tidak kaget dengan dunia industri ,” katanya.
Editor: Rizqa Leony Putri