Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Pengguna EV Naik saat Libur Nataru, Konsumsi Listrik SPKLU Melonjak 479 Persen
Advertisement . Scroll to see content

4.400 Desa di Daerah 3T Belum Dialiri Listrik, Dirut PLN Minta PMN Rp10 Triliun

Senin, 28 November 2022 - 13:38:00 WIB
4.400 Desa di Daerah 3T Belum Dialiri Listrik, Dirut PLN Minta PMN Rp10 Triliun
Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo. (foto: dok. PLN)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Direktur Utama (Dirut) PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) atau PLN, Darmawan Prasodjo, mengatakan lebih dari 4.400 desa di daerah terdepan, terluar, tertinggal (3T) belum dialiri listrik. 

Terkait dengan itu, Dirut PLN meminta Penyertaan Modal Negara (PMN) sebesar Rp10 triliun di anggaran Tahun 2023 untuk membantu perseroan melakukan pembangunan infrastruktur listrik secara masif di daerah 3T. Hal itu, disampaikan Darmawan saat rapat dengar pendapat (RDP) bersama Komisi VI DPR.

"Faktanya lebih dari 4.400 desa di daerah 3T belum menikmati listrik dari PLN. Kami akui akses ke daerah-daerah tersebut sulit terjangkau, terisolasi, berada di wilayah terpencil, bahkan ada yang di perbatasan antarnegara," ungkap Darmawan, Senin (28/11/2022). 

Infrastruktur listrik, lanjutnya, menjadi akar permasalahan atas akses listrik sebagian desa di daerah 3T. Lantaran, jangkauan ke lokasi yang sulit dilakukan.

Meski demikian, Darmawan optimistis dengan pendanaan dari negara, berupa PMN,  pihaknya bisa merealisasikan infrastruktur listrik agar dapat dinikmati masyarakat di daerah tersebut. 

Kementerian Keuangan memang sudah menyetujui PMN tahun anggaran 2022 sebesar Rp5 triliun. Dana segar inipun sudah diberikan secara 100 persen melalui dua tahap pencairan. 

Adapun PMN 2022 dialokasikan untuk pembangkit energi baru dan terbarukan (EBT). Khususnya, membangun infrastruktur pembangkitan dengan sumber daya setempat berupa PLTA dan PLTP sebesar Rp0,22 triliun. 

Lalu, fungsi transmisi dan gardu induk untuk menghubungkan kelistrikan di daerah 3T sebesar Rp 2,56 triliun. Kemudian, fungsi distribusi dan listrik desa untuk mendukung menyambungkan pelanggan dan mendorong pengembangan daerah pariwisata super prioritas sebesar Rp2,22 triliun. 

Sementara, PMN pada 2023 sebesar Rp10 triliun akan dialokasikan untuk pembangkitan EBT, khususnya infrastruktur PLTA, PLTS, PLTP, dan PLTM senilai Rp1,74 triliun. 

Sedangkan, fungsi transmisi dan gardu induk untuk menghubungkan listrik di daerah terpencil sebesar Rp3,78 triliun. Lalu, fungsi distribusi dan listrik desa untuk menyambungkan pelanggan mencapai Rp4,48 triliun. 

Editor: Jeanny Aipassa

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut