Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : MNC Sekuritas Bekali Mahasiswa Universitas Budi Luhur Jadi Investor Cerdas dan Terlindungi
Advertisement . Scroll to see content

5 Cara Investasi RWA di 2026

Selasa, 13 Oktober 2026 - 19:00:00 WIB
5 Cara Investasi RWA di 2026
Ilustrasi Bitcoin (Foto: Pixabay)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Real-World Asset atau RWA menjadi salah satu perkembangan menarik dalam industri blockchain karena teknologi ini menghubungkan aset dunia nyata dengan sistem digital. Melalui tokenisasi, investor dapat memperoleh akses terhadap berbagai aset seperti saham, ETF, dan komoditas dalam bentuk token. 

Salah satu aplikasi yang menawarkan aset RWA ini adalah Pintu. Platform ini menawarkan banyak aset dalam bentuk token yang berjalan di jaringan blockchain. Aset yang menjadi dasar token dapat berupa saham, ETF, emas, perak, maupun instrumen lainnya. 

Bagi investor yang ingin memahami perkembangan aset digital secara lebih luas, Bitcoin bisa menjadi salah satu aset pembanding. Bitcoin berbeda dari RWA karena Bitcoin tidak merepresentasikan aset dunia nyata tertentu. 

Sebaliknya, token RWA biasanya memiliki aset atau instrumen yang menjadi dasar nilainya. Dengan memahami perbedaan tersebut, investor dapat mengetahui bahwa aset crypto dan aset tertokenisasi memiliki karakteristik yang berbeda.

Selain itu, investor juga dapat memperhatikan perkembangan pasar komoditas ketika mempelajari RWA. Informasi mengenai harga tembaga hari ini dapat menjadi referensi untuk memahami pergerakan salah satu komoditas yang banyak digunakan dalam sektor industri.

5 Cara Investasi RWA

Jika kamu tertarik aset RWA, berikut 5 cara investasi RWA yang bisa kamu lakukan, di antaranya adalah: 

1. Membeli Saham Tertokenisasi

Salah satu cara untuk berinvestasi RWA adalah melalui saham tertokenisasi. Produk ini merepresentasikan saham perusahaan dunia nyata dalam bentuk token digital. Melalui mekanisme tersebut, investor dapat memperoleh eksposur terhadap pergerakan saham melalui aset yang ditransaksikan dalam ekosistem blockchain.

Pintu menjadi salah satu platform yang menyediakan akses terhadap aset tertokenisasi. Kamu bisa menemukan berbagai token yang merepresentasikan saham perusahaan global. Produk tersebut memungkinkan eksposur terhadap aset seperti saham perusahaan teknologi.

Saham tertokenisasi dapat menjadi alternatif bagi investor yang ingin mengenal pasar saham global melalui platform digital. Namun, investor tetap perlu memahami bahwa nilai token dapat mengikuti pergerakan aset yang menjadi dasarnya. 

Karena itu, investor sebaiknya tidak hanya melihat popularitas perusahaan sebelum membeli token saham. Investor juga perlu mempelajari kondisi perusahaan, industri, serta faktor ekonomi yang dapat mempengaruhi harga saham. 

2. Memanfaatkan ETF Tertokenisasi

Cara kedua adalah membeli ETF yang telah di tokenisasi. Exchange-Traded Fund atau ETF merupakan instrumen yang dapat memberikan eksposur terhadap kumpulan aset atau indeks tertentu. Ketika ETF tersebut direpresentasikan melalui token, investor dapat memperoleh akses melalui ekosistem blockchain.

Pintu menyediakan sejumlah aset tertokenisasi yang memberikan eksposur terhadap ETF dan indeks. Produk tersebut mencakup instrumen yang mengikuti indeks pasar seperti S&P 500 dan NASDAQ. Dengan menggunakan ETF tertokenisasi, investor dapat memperoleh eksposur terhadap sejumlah aset melalui satu produk sehingga tidak harus membeli setiap aset secara terpisah. 

Mekanisme ETF tertokenisasi tetap perlu dipahami sebelum investor melakukan transaksi. Aset dasar terlebih dahulu dibeli dan disimpan melalui kustodian, kemudian menerbitkan token yang merepresentasikan aset tersebut di blockchain. 

ETF tertokenisasi dapat menjadi pilihan bagi investor yang ingin melakukan diversifikasi. Namun, investor tetap perlu mempelajari indeks atau kumpulan aset yang menjadi underlying karena setiap ETF memiliki komposisi dan karakter yang berbeda.

3. Mengakses Komoditas melalui Token

RWA juga dapat memberikan akses terhadap komoditas. Emas dan perak menjadi contoh aset yang dapat direpresentasikan dalam bentuk token. Melalui produk seperti ini, investor dapat memperoleh eksposur terhadap komoditas tanpa harus membeli, membawa, atau menyimpan logam fisik secara langsung.

Pintu menyediakan aset tertokenisasi yang mencakup komoditas seperti emas dan perak. Produk tersebut memberikan alternatif bagi pengguna yang ingin memperoleh eksposur terhadap pergerakan aset komoditas melalui aplikasi digital. 

Investor tetap perlu memahami perbedaan antara membeli komoditas fisik dan membeli token yang merepresentasikan komoditas atau instrumen berbasis komoditas. Pada aset fisik, investor memiliki barang secara langsung, sedangkan pada produk tertokenisasi, investor memperoleh eksposur melalui struktur digital yang memiliki penerbit dan underlying asset.

4. Membeli RWA melalui Pintu

Selanjutnya menggunakan platform yang menyediakan berbagai produk RWA dalam satu aplikasi. Pintu menjadi salah satu platform yang menyediakan akses terhadap aset tertokenisasi. Melalui halaman RWA, Pintu mencantumkan berbagai kategori seperti saham, ETF, emas, perak, dan aset lainnya. 

Kamu bisa membeli aset tertokenisasi mulai dari Rp11.000. Selain itu, Pintu menyediakan transaksi 24/7 untuk aset tertokenisasi yang tersedia. Dengan nominal awal yang relatif terjangkau, pengguna dapat mempelajari produk RWA tanpa harus membeli aset dalam jumlah besar. 

Untuk mulai membeli, kamu harus membuat akun Pintu dan menyelesaikan proses verifikasi sesuai ketentuan. Setelah akun siap digunakan, pengguna dapat memilih aset tertokenisasi yang tersedia, menentukan nominal pembelian, lalu melakukan transaksi melalui aplikasi.

5. Melakukan Diversifikasi dengan Beberapa Jenis RWA

Terakhir dengan menggunakan beberapa kategori RWA untuk melakukan diversifikasi. Kam dapat mempelajari saham tertokenisasi, ETF, dan komoditas, kemudian menentukan alokasi dana berdasarkan tujuan dan toleransi risiko.

Diversifikasi dapat membantu investor menghindari ketergantungan terhadap satu jenis aset. Namun, diversifikasi tidak berarti portofolio bebas dari risiko. Jika pasar secara keseluruhan mengalami tekanan, beberapa jenis aset dapat mengalami penurunan secara bersamaan.

Karena itu, investor perlu memahami hubungan antara aset yang dipilih. Saham tertokenisasi dapat dipengaruhi kinerja perusahaan dan pasar saham, sedangkan ETF mengikuti indeks atau kumpulan aset tertentu. 

Potensi RWA di Masa Depan

RWA memiliki potensi untuk memperluas akses terhadap aset tradisional melalui teknologi blockchain. Tokenisasi dapat menghubungkan aset seperti saham, ETF, dan komoditas dengan infrastruktur digital

Namun, perkembangan RWA juga membutuhkan pemahaman mengenai regulasi, kustodian, penerbit token, serta mekanisme yang menghubungkan token dengan aset dasarnya. Investor perlu memastikan bahwa mereka memahami hak dan risiko yang melekat pada produk sebelum melakukan transaksi.

Pintu sendiri menyediakan halaman khusus RWA yang menjelaskan berbagai aset tertokenisasi yang tersedia di platform. Dengan adanya pilihan seperti saham, ETF, emas, dan perak, pengguna dapat mempelajari beberapa bentuk tokenisasi dalam satu platform. 

Kesimpulannya, RWA memberikan alternatif baru bagi investor yang ingin memperoleh eksposur terhadap aset dunia nyata melalui teknologi blockchain. Investor dapat memilih saham tertokenisasi, ETF, komoditas, atau melakukan diversifikasi dengan beberapa kategori sekaligus. 

Namun, setiap produk memiliki mekanisme dan risiko berbeda sehingga investor perlu melakukan riset sebelum membeli. Perlu diingat, semua aktivitas jual beli crypto memiliki resiko dan volatilitas yang tinggi karena sifat crypto dengan harga yang fluktuatif. 

Maka dari itu, selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan gunakan dana yang tidak digunakan dalam waktu dekat (uang dingin) sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli bitcoin dan investasi aset crypto lainnya menjadi tanggung jawab para trader dan investor.

Editor: Reza Fajri

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut