5 Kebiasaan Buruk yang Harus Disingkirkan jika Ingin Kaya Tahun Depan
JAKARTA, iNews.id - Menghapus kebiasaan buruk sama pentingnya dengan membangun kebiasaan baik. Jika Anda ingin membangun kekayaan pada 2020, mulailah dengan menghilangkan lima kebiasaan buruk.
Berikut selangkapnya yang dikutip dari CNBC, Sabtu (28/12/2019).
Mengesampingkan tabungan pensiun
Masa pensiun memang masih lama, tapi jika tidak mulai berinvestasi dari sekarang, Anda akan kesulitan ketika akan memasuki masa pensiun.
Satu cara yang paling sederhana adalah dengan menyisihkan uang Anda ke program jaminan hari tua yang disponsori oleh perusahaan tempat Anda bekerja. Anda juga bisa menempuh cara lain seperti memaksimalkan berbagai instrumen investasi.
Anda idealnya perlu menyisihkan setidaknya 10 persen dari pendapatan untuk ditabung. Namun, jika Anda belum mampu melakukannya, mulailah dengan menabung sebanyak 1 persen untuk kemudian ditingkatkan secara bertahap di waktu mendatang.
Hanya membayar minimum untuk rekening kartu kredit
Membayar minimum tentunya cukup menggoda, terutama jika Anda memiliki keuangan yang terbatas. Tetapi, semakin kecil Anda membayar sekarang, semakin besar uang yang harus Anda bayar nantinya.
Membawa kartu kredit tidak hanya membuat terjerat utang lebih lama, tapi itu juga berarti adanya kemungkinan bagi Anda untuk mendapatkan beban bunga yang tinggi, sebagai akibat dari tingkat suku bunga yang juga tinggi.
Menghabiskan uang sesuai dengan penghasilan Anda, atau lebih
Jika menghabiskan uang sebanyak dengan penghasilan, maka Anda akan menghadapi tagihan demi tagihan yang dapat membesar menjadi tagihan kartu kredit. Gaya hidup tersebut membuat diri Anda mustahil untuk membangun tabungan yang signifikan.
Solusinya adalah dengan hidup sehemat mungkin. Anda dapat memulainya dengan melihat catatan kartu kredit dan mengidentifikasi pengeluaran apa saja yang bisa dihentikan.
Hidup tanpa tujuan yang spesifik
Jika ingin menabung banyak uang, Anda harus memiliki tujuan hidup yang jelas, lalu kemudian merumuskan rencana-rencana spesifik apa saja yang diperlukan untuk mencapai tujuan tersebut. Mulailah dengan menentukan tujuan keuangan seperti apa yang ingin Anda raih pada tahun 2020.
Apakah Anda ingin memperkuat tabungan darurat Anda? Apakah Anda ingin menabung untuk membayar uang down payment (DP)? Apakah Anda ingin lebih fokus ke investasi? Apakah Anda ingin menghasilkan uang lebih?
Setelahnya Anda dapat menurunkan tujuan tersebut ke rencana-rencana spesifik. Apabila tujuan sudah spesifik, Anda dapat merencanakan seberapa banyak uang yang perlu ditabung per bulannya untuk dapat mewujudkan tujuan tersebut. Lalu Anda mengatur tabungan agar dapat secara otomatis menyisihkan uang yang disetor untuk langsung ditabung.
Jika tujuan Anda masih abstrak, contohnya seperti meningkatkan perolehan gaji, mulailah dengan merumuskan rencana aksi dan tulis. Menghasilkan uang lebih banyak dapat berarti menegosiasikan kenaikan gaji, memulai pekerjaan sampingan, atau melakukan keduanya.
Menunggu hingga Anda punya uang lebih untuk berinvestasi
Waktu akan ada di pihak Anda jika berkaitan dengan berinvestasi. Hal ini terjadi berkat eksistensi dari Bunga Berbunga (Compound Interest). Dan Anda tidak membutuhkan penghasilan yang besar untuk mulai membuat uang Anda bekerja.
Telah ada berbagai aplikasi yang bertujuan untuk memudahkan manusia dalam berinvestasi, dan Anda dapat menemukannya di pelayanan investasi otomatis seperti Robo-Advisors. Banyak ahli investasi, termasuk Warren Buffett dan Mark Cuban yang menyarankan untuk berinvestasi di reksa dana indeks.
Kunci utamanya: Jangan menunggu. Bahkan jika Anda saat ini tidak bisa menginvestasikan uang banyak. Mulailah kebiasaan untuk menyisihkan sebagian kecil uang Anda per bulannya. Kapan pun Anda mendapatkan bonus uang dan sejenisnya, jangan lupa untuk mengevaluasi kembali jumlah uang yang bisa sisihkan untuk berinvestasi.
Editor: Ranto Rajagukguk