JAKARTA, iNews.id - Ada 8 perusahaan Indonesia masuk dalam daftar Global 2000 perusahaan terbesar di dunia tahun ini versi Forbes. Lima di antaranya merupakan perusahaan badan usaha milik negara (BUMN).
Kelima perusahaan BUMN itu, yakni Bank Rakyat Indonesia (BRI), Bank Mandiri, Bank Negara Indonesia (BNI), Telkom Indonesia, dan Garuda Indonesia. Sementara tiga perusahaan lainnya, yaitu Bank Central Asia (BCA), Bayan Resources, dan Adaro Energy.
Adapun Global 2000 memberi peringkat perusahaan terbesar di dunia menggunakan empat metrik, yakni penjualan, laba, aset, dan nilai pasar. Data yang digunakan untuk menghitung faktor yang digunakan dalam peemringkatan ini adalah data keuangan 12 bulan terakhir, yang tersedia per 5 Mei 2023.
Baca Juga
Usai Kampung Haji, Danantara Bakal Jajaki Peluang Investasi di WEF Davos 2026
Berikut daftar 8 perusahaan Indonesia yang masuk Forbes Global 2000 perusahaan terbesar di dunia tahun ini:
Bank Rakyat Indonesia (BRI)
Penjualan: 13,16 miliar dolar AS
Laba: 3,45 miliar dolar AS
Aset: 119,84 miliar dolar AS
Nilai pasar: 53,79 miliar dolar ASBank Mandiri
Penjualan: 10 miliar dolar AS
Laba: 2,72 miliar dolar AS
Aset: 120,8 miliar dolar AS
Nilai pasar: 32,58 miliar dolar AS Bank Central Asia (BCA)
Penjualan: 6,71 miliar dolar AS
Laba: 2,93 miliar dolar AS
Aset: 88,15 miliar dolar AS
Nilai pasar: 75,6 miliar dolar ASTelkom Indonesia
Penjualan: 9,83 miliar dolar AS
Laba: 1,4 miliar dolar AS
Aset: 18,57 miliar dolar AS
Nilai pasar: 28,15 miliar dolar ASBank Negara Indonesia (BNI)
Penjualan: 5,02 miliar dolar AS
Laba: 1,23 miliar dolar AS
Aset: 66,15 miliar dolar AS
Nilai pasar: 11,76 miliar dolar ASBayan Resources
Penjualan: 4,72 miliar dolar AS
Laba: 2,18 miliar dolar AS
Aset: 3,94 miliar dolar AS
Nilai pasar: 46,96 miliar dolar ASAdaro Energy
Penjualan: 8,13 miliar dolar AS
Laba: 2,5 miliar dolar AS
Aset: 10,78 miliar dolar AS
Nilai pasar: 5,93 miliar dolar ASGaruda Indonesia
Penjualan: 2,11 miliar dolar AS
Laba: 3,67 miliar dolar AS
Aset: 6,24 miliar dolar AS
Nilai pasar: 393 juta dolar AS
Editor: Jujuk Ernawati