Ada Pabrik Baru Petrokimia, Menperin Sebut Hemat Devisa Rp8 Triliun

Aditya Pratama ยท Minggu, 08 Desember 2019 - 10:34 WIB
Ada Pabrik Baru Petrokimia, Menperin Sebut Hemat Devisa Rp8 Triliun

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita. (Foto: Antara)

JAKARTA, iNews.id - Pabrik baru polyethylene milik PT Chandra Asri Petrochemical Tbk di Kabupaten Cilegon, Provinsi Banten, yang telah diresmikan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) berpotensi menghemat devisa Rp8 triliun per tahun.

“Pabrik baru polyethylene yang akan beroperasi komersial mulai bulan Desember ini memiliki kapasitas sebesar 400 ribu ton per tahun, sehingga akan menjadikan total kapasitas sebesar 736 ribu ton per tahun,” kata Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita dilansir dari laman Setkab, Minggu (8/12/2019).

Dengan demikian, menurut Menperin, produksi pabrik polyethylene milik PT Chandra Asri itu berpotensi menghemat devisa hingga mencapai Rp8 triliun dan berpeluang menciptakan lapangan kerja baru di industri plastik hilir sebanyak 17.500-25.000 orang. Ia menjelaskan, kebutuhan domestik saat ini terhadap polyethylene telah mencapai 1,6 juta ton per tahun. Sedangkan, Indonesia baru memiliki pabrik polyethylene eksisting dengan kapasitas total sebesar 780.000 ton per tahun.

“Jadi, beroperasinya pabrik ini, sesuai dengan arahan Bapak Presiden Joko Widodo untuk terus menggenjot investasi dan hilirisasi sektor industri. Upaya strategis ini juga diyakini meningkatkan perekonomian nasional secara fundamental, dengan penghematan devisa dari substitusi impor, dan akan pula dapat memperbaiki neraca perdagangan kita saat ini karena berorientasi ekspor,” kata Menperin.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) berharap investasi PT Chandra Asri bisa mengurangi impor bahan-bahan petrokimia. “Feeling saya mengatakan, 4 tahun lagi kita, 3 atau 4 tahun lagi kita sudah tidak mengimpor lagi yang namanya bahan-bahan petrokimia dan justru bisa kita ekspor,” kata Jokowi.


Editor : Ranto Rajagukguk