Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Airlangga Soroti Jumlah Startup AI di Indonesia Masih Sedikit, Kalah dari Singapura
Advertisement . Scroll to see content

Agresif, Kopi Kenangan Sudah Punya 154 Cabang

Selasa, 29 Oktober 2019 - 12:39:00 WIB
Agresif, Kopi Kenangan Sudah Punya 154 Cabang
Kopi Kenangan. (Foto: Instagram/kopikenangan.id)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - PT Bumi Berkah Boga selaku pemilik merek Kopi Kenangan menyatakan, hingga saat ini sudah membuka 154 kedai. Padahal, startup ritel kopi ini baru berdiri sekitar dua tahun lalu, tepatnya pada Agustus 2017.

Co-Founder & COO Kopi Kenangan James Prananto mengatakan, perusahaan sebenarnya menargetkan bisa mengoperasikan 250 kedai hingga akhir tahun ini. Namun, target tersebut sulit terpenuhi.

"Per hari ini sudah ada 154 toko, sebetulnya untuk kita bisa masuk 250 toko pada Desember 2019, tapi mungkin belum ya," ujarnya di Jakarta, Selasa (29/10/2019).

James mengakui salah satu hambatan yang dihadapi Kopi Kenangan untuk memperluas jaringan toko ialah belum meratanya kemampuan masyarakat untuk membeli kopi fresh brew. Mayoritas masyarakat Indonesia sudah terbiasa mengonsumsi kopi kemasan (saset) yang harganya jauh lebih murah.

"Dari 100 persen minum kopi 7 persen mengonsumsi kopi ritel seperti Kopi Kenangan atau Starbucks, 93 persen masih sasetan," katanya.

Untuk mengatasi hal itu, kata James, Kopi Kenangan fokus membuka toko di wilayah second tier. Namun, dia berharap masyarakat bisa terbiasa mengkonsumsi kopi fresh brew lokal dengan harga yang relatif lebih murah daripada kopi luar negeri.

"Tiga bulan terakhir sudah masuk ke kota Jakarta yang bisa dibilang second tier," katanya.

Meski pertumbuhannya cukup agresif, dia menyebut, Kopi Kenangan belum tertarik mengembangkan sistem waralaba alias franchise. Saat ini, perusahaan memilih mengembangkannya secara mandiri.

"Kopi Kenangan ekspansi sendiri. Kita melihat bisnis Kopi Kenangan bukan bisnis yang 2-4 tahun ambil uang saja, tapi 20 tahun ke depan masih ada," ucapnya.

Editor: Rahmat Fiansyah

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut