Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Hans Patuwo Resmi Diangkat Jadi CEO dan Dirut GOTO, Gantikan Patrick Walujo
Advertisement . Scroll to see content

AirAsia Akusisi Gojek Thailand Senilai Rp725 Miliar

Kamis, 08 Juli 2021 - 17:45:00 WIB
AirAsia Akusisi Gojek Thailand Senilai Rp725 Miliar
CEO Gojek, Kevin Aluwi.
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.idAirAsia Group Berhad melalui anak usahanya AirAsia Ads Sdn Bhd (AirAsia SuperApp) akan mengakuisisi dan membeli bisnis berbasis ride-hailing milik Gojek yang beroperasi di Thailand (Gojek Thailand).
 
AirAsia SuperApp mengakuisisi Gojek Thailand dengan nilai transaksi mencapai 50 juta dolar Amerika Serikat (AS) atau setara Rp725 miliar (kurs Rp14.500 per dolar AS). Transaksi itu, dilakukan lewat pembelian saham di bisnis ride-hailing dan bisnis fintech.

Nantinya, Gojek akan memperoleh 4,76 persen saham di AirAsia SuperApp, platform digital milik AirAsia yang kini memiliki nilai pasar sebesar 1 miliar dolar AS. Diketahui, angka ini lebih besar dibanding maskapai AirAsia saat ini sebesar 868 juta dolar AS.

Perjanjian dengan startup unicorn Indonesia itu terjadi hanya seminggu setelah AirAsia mengajukan lisensi perbankan digital di Malaysia. Hal tersebut menandakan pergeseran fokus ke bisnis digital, karena sebagian besar armadanya tetap tidak beroperasi di tengah pembatasan virus Corona.

"Dengan mengambil alih bisnis Gojek Thailand yang sudah mapan, kami akan dapat meningkatkan ambisi kami di ruang ini," kata Chief Executive AirAsia, Tony Fernandes, dalam sebuah pernyataan seperti dilansir Reuters, Jakarta, Kamis (8/7/2021).

AirAsia SuperApp menawarkan layanan perjalanan, e-commerce, dan keuangan serta merupakan salah satu dari tiga perusahaan di bawah grup AirAsia Digital. Adapun yang lainnya adalah usaha logistik Teleport dan bisnis fintech BigPay.

Sementara itu, Direktur Konsultan Bisnis Thailand Asia Group Advisors, Nattabhorn Juengsanguansit, mengatakan, AirAsia dapat memberikan dorongan kepada Gojek di Thailand di mana perusahaan rintisan ini tertinggal dari pesaing pengiriman makanan dan transportasi.

"Namun, usaha tersebut menghadapi persaingan ketat dalam pengiriman makanan dari Line Man, yang menerima dorongan modal besar tahun lalu. Grab (Singapura) memiliki posisi kuat dalam layanan transportasi online dan Bolt dari Estonia mengembangkan pangsa pasarnya," ujar Nattabhorn.

Bisnis Gojek di Thailand yang mencakup layanan transportasi online, pengiriman makanan, dan pembayaran, adalah operasi terkecil di luar negeri dan memiliki pangsa pasar yang jauh lebih kecil daripada pemimpin pengiriman makanan Grab.

Gojek akan fokus meningkatkan investasi di Vietnam dan Singapura setelah kesepakatan selesai, kata pernyataan itu.

"Kami melihat di mana kami dapat benar-benar berkomitmen pada sumber daya untuk memastikan bahwa tim kami memiliki jalur menuju kepemimpinan pasar, dan kami melihat itu di Vietnam dan Singapura, dan karenanya komitmen kami di sana sama kuatnya jika tidak lebih kuat dari sebelumnya,” kata CEO Gojek, Kevin Aluwi, kepada wartawan.

Dia menjelaskan, rencana Gojek untuk melakukan penawaran umum perdana tetap berjalan meskipun fokus pada kedua pasar tersebut tidak secara langsung terkait dengan pengejaran IPO. Padahal bisnis Gojek di Thailand merugi pada 2019 dan 2020, menurut akun yang diberikan dengan pengumuman kesepakatan.

Pada Maret 2021, Fernandes mengatakan bahwa maskapai tersebut dapat memperoleh 1 miliar ringgit (240,62 juta dolar AS) dalam bentuk pinjaman bank dan pada bulan April kelompok tersebut mengharapkan untuk melihat kejelasan tentang penggalangan dana dalam dua hingga tiga bulan.

AirAsia telah mencari sejak tahun lalu untuk mengumpulkan hingga 2,5 miliar ringgit untuk mengatasi kemerosotan sektor penerbangan akibat pandemi. 

Editor: Jeanny Aipassa

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut