Airlangga Hartarto Sebut Transformasi Digital Diperlukan di Tengah Covid-19

Suparjo Ramalan ยท Selasa, 30 Juni 2020 - 13:29 WIB
Airlangga Hartarto Sebut Transformasi Digital Diperlukan di Tengah Covid-19

Menteri Koordinator bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto. (Foto: Humas Kemenko Perekonomian)

JAKARTA, iNews.id - Pemerintah terus mendorong adanya tranformasi digital bagi seluruh pelaku usaha dalam negeri. Di tengah pandemi Covid-19, transformasi digital menjadi alternatif untuk melakukan efisiensi bisnis. 

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian (Menko Perekonomian) Airlangga Hartarto mengatakan, transformasi digital bagi dunia usaha sangat diperlukan karena tidak saja meningkatkan efisiensi dan produktivitas, tetapi juga mendorong inklusivitas kinerja bisnis. Dengan transformasi digital pula, kata Airlangga, Indonesia tidak akan tertinggal dari negara-negara ASEAN. 

Sebab, saat ini negara ASEAN juga melakukan hal serupa untuk mendorong kinerja ekonominya di masa pandemi Covid-19 ini. "Tentu berbagai negara mendorong bahwa apa yang diharapkan kedepannya adalah pertumbuhan ekonomi, ini tidak ada yang ketinggalan dan negara-negara ASEAN," ujar Airlangga dalam, Selasa (30/6/2020). 

Transformasi digital, kata dia, merupakan sebuah keharusan. Pasalnya potensi pasar digital diperkirakan mencapai 130 miliar dolar Amerika Serikat (AS). 

Sementara itu, untuk pelaku Usaha, Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM), Airlangga menyarankan, harus ada langkah migrasi dari konvensional ke online. Hal itu merupakan tuntutan agar mampu beradaptasi dengan kondisi saat ini dan masa yang akan datang. Karena itu, pemerintah akan terus mendorong adanya pelatihan dan pendampingan melalui berbagai program. Tentunya, dilakukan sesuai dengan kebutuhan masyarakat, khususnya pelaku UMKM. 

"Nah ini tentu diapresiasi karena kita berharap akan semakin banyak lagi warung warung sembako secara online dan tentu dengan program digitalisasi diharapkan antara vendor dan warung-warung logistik yang akan lebih baik lagi dan tentu diharapkan tercapai efisiensi," ujarnya. 

Editor : Ranto Rajagukguk