Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Dekan FEB Untar Sebut Transformasi Industri Ritel dari Warung ke E-commerce Ubah Perilaku Konsumen
Advertisement . Scroll to see content

Akuisisi Perusahaan, Hasbro Jadi Pemegang Lisensi Power Rangers

Selasa, 01 Mei 2018 - 21:17:00 WIB
Akuisisi Perusahaan, Hasbro Jadi Pemegang Lisensi Power Rangers
ilustrasi. (Foto: AFP)
Advertisement . Scroll to see content

RHODE ISLAND, iNews.id – Perusahaan mainan asal Amerika Serikat, Hasbro Inc resmi mengakuisisi Saban Entertainment, perusahaan waralaba hiburan anak-anak, termasuk di dalamnya karakter pahlawan “Power Rangers”.

Dilansir Reuters, Hasbro harus merogoh kocek 520 juta dolar AS untuk mengakuisisi Saban. Langkah tersebut diambil perusahaan sebagai strategi untuk mencetak keuntungan, sehingga menghindari nasib serupa yang dialami oleh perusahaan ritel mainan, Toys "R" Us.

Langkah korporasi perusahaan yang memegang sejumlah lisensi seperti “My Little Pony”, “Monopoly”, dan “The Transformers” ini mengindikasikan upaya mendiversifikasi sumber pendapatan. Dengan begitu, Hasbro tidak hanya mengandalkan mainan dan action figures untuk mendongkrak kinerja keuangan.

Kesepakatan bisnis ini rencananya diumumkan paling cepat Selasa (1/5/2018) waktu setempat. Selain “Power Rangers”, lisensi yang akan diperoleh Hasbro termasuk “Luna Petunia” dan “Poupples”.

Film “Mighty Morphin Power Rangers” pertama kali hadir di layar kaca pada 1993 oleh Saban Entertainment. Perusahaan ini didirikan Haim Saban, pengusaha AS berdarah Yahudi yang lahir di Mesir. Selain film, merek ini juga diproduksi dalam bentuk action figures dan suvenir. "Power Rangers"  sempat diangkat dalam layar lebar tahun lalu oleh Lions Gate Entertainment Corp dengan total penjualan tiket 142 juta dolar AS di seluruh dunia.

Pada awal tahun ini, Hasbro dan Saban meneken kerja sama untuk mendesain, memproduksi, dan mendistribusikan beragam mainan “Power Rangers.”

Perusahaan mainan konvensional mendapat tantangan dalam beberapa tahun terakhir dari para produsen kecil yang menjual barang di Amazon dan situs e-commerce lain. Minggu lalu, Hasbro melaporkan kerugian yang diatribusikan ke induk perusahaan mencapai 112,5 miliar dolar AS pada kuartal I-2018. Padahal, perusahaan mencetak profit sebesar 68,6 juta dolar AS pada periode yang sama tahun lalu.

Dalam beberapa tahun terakhir, Hasbro rajin melancarkan sejumlah aksi korporasi meski semuanya gagal. Pada 2014, Hasbro dilaporkan akan merger dengan DreamWorks Animation SKG Inc. Namun, studio rekaman yang memproduksi film "Shrek" itu justru dibeli oleh Comcast Corp.

Pada tahun lalu, Hasbro membicarakan kemungkinan merger Lion Gates, namun gagal setelah kedua belah pihak tidak menemui titik kesepakatan. Belum lama ini, upaya Hasbro untuk melakukan merger dengan Mattle Inc, juga gagal. Mattle adalah perusahaan mainan yang memproduksi “Hot Wheels” dan boneka “Barbie”.

Editor: Rahmat Fiansyah

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut