Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Maruarar Siap Bangun Rusun MBR di Meikarta: Sudah Lapor Presiden
Advertisement . Scroll to see content

Anggaran FLPP 2024 Capai Rp13,72 Triliun, PUPR Targetkan Tekan Backlog Perumahan 1,3 Persen

Kamis, 28 Desember 2023 - 14:26:00 WIB
Anggaran FLPP 2024 Capai Rp13,72 Triliun, PUPR Targetkan Tekan Backlog Perumahan 1,3 Persen
Program FLPP mendapatkan alokasi anggaran Rp13,72 triliun pada 2024 mendatang untuk pembiayaan perumahan sebanyak 166.000 unit. (foto: Kementerian PUPR)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Direktur Jendral Pembiayaan Infrastruktur, Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Herry Trisaputra Zuna menyampaikan, program Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) mendapatkan alokasi sebesar Rp13,72 triliun pada 2024 mendatang. Anggaran tersebut untuk pembiayaan perumahan sebanyak 166.000 unit yang diperuntukan bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). 

Herry menuturkan, ditargetkan pada 2024 melalui anggaran FLPP tersebut dapat berkontribusi untuk penurunan backlog perumahan sebesar 1,3 persen dari total backlog sebanyak 12,7 juta rumah tangga.

"Pemerintah kembali mengalokasikan program FLPP sebesar Rp13,72 triliun, ini nantinya akan digunakan untuk penyaluran FLPP kepada 166.000 unit rumah. Diharapkan memberikan kontribusi sebesar 1,3 persen terhadap backlog kepemilikan rumah MBR," ujar Herry, Kamis (28/12/2023).

Herry menambahkan, berdasarkan survei BPS pada 2021, kondisi backlog perumahan di Indonesia saat ini sekitar 12,7 juta, sedangkan rumah tangga tidak layak huni ada sekitar 29,56 juta rumah pada tahun yang sama.

"Ini merupakan pekerjaan yang tidak mudah dan menjadi tanggung jawab bersama, salah satunya dengan menyusun skema pembiayaan, kolaborasi yang dibangun dengan berbagai pihak, termasuk sektor swasta," tuturnya.

Menurutnya, pertumbuhan populasi menjadi tantangan tersendiri untuk menyelesaikan angka backlog perumahan di Indonesia. Hal itu disebabkan oleh ketimpangan antara supply atau pasokan perumahan dengan demand atau permintaan perumahan.

"Menangani hunian yang layak menghadapi berbagai tantangan, keterjangkauan pembiayaan aksesibilitas masyarakat, ketersediaan dana murah jangka panjang dan keberlangsungan merupakan faktor yang mempengaruhi keberhasilan menangani backlog," ucapnya. 

"Isu mengenai ketidakseimbangan antara supply demand, pengembangan segmentasi program pembiayaan perumahan, lemahnya daya beli masyarakat terhadap akses perumahan, tingkat pemerataan penduduk hingga efektifitas hubungan regulasi perlu untuk dikawal dan dituntaskan," katanya.

Editor: Aditya Pratama

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut