Arsy Buana Travelindo IPO, Tawarkan Harga Rp140-Rp145 per Saham
JAKARTA, iNews.id - PT Arsy Buana Travelindo Tbk melakukan penawaran umum perdana atau initial public offering (IPO) saham di Bursa Efek Indonesia (BEI).
Dalam IPO tersebut, perusahaan biro perjalanan itu menawarkan sebanyak 687,10 juta saham atau 29,99 persen dari modal disetor dan ditempatkan. Adapun, harga IPO ditetapkan sebesar Rp140-Rp145 per saham.
Arsy Buana Travelindo telah memulai masa penawaran awal atau bookbuilding pada Jumat (24/2/2023) dan akan berlangsung hingga 9 Maret 2023, dan dijadwalkan mencatatkan saham pada awal April 2023.
“Jumlah dana yang dihimpun melalui penawaran umum ini adalah sebanyak-banyaknya sebesar Rp99,62 miliar,” demikian tertulis dalam prospektus perseroan, Jumat (24/2/2023).
Calon emiten yang bergerak di bidang biro perjalanan wisata ini juga akan menerbitkan sebanyak 549,68 juta Waran Seri I atau sebanyak 34,28 persen dari total jumlah saham ditempatkan dan disetor.
Waran Seri I dapat dilaksanakan selama masa berlakunya pelaksanaan yaitu mulai 4 Oktober 2023 hingga 3 April 2026 dengan harga pelaksanaan Rp175.
Perihal penggunaan dana, perseroan akan menggunakan sebesar 60 persen dari dana hasil IPO untuk reservasi tiket pesawat. Sementara 40 persen lainnya akan digunakan untuk reservasi slot kamar hotel.
Manajemen perseroan menjelaskan, rencana penggunaan dana untuk modal kerja tersebut dilakukan dalam rangka kegiatan operasional Pprseroan sehari-hari dan untuk menunjang kegiatan usaha perseroan.
Sementara itu, perjanjian dengan pihak penyedia tiket pesawat dan slot kamar hotel akan ditandatangani setelah perseroan mendapatkan dana IPO. Adapun, rencana realisasi penggunaan dana ini akan dilaksanakan pada kuartal II sampai dengan kuartal III tahun 2023.
“Sedangkan dana yang diperoleh dari pelaksanaan Waran Seri I, akan digunakan seluruhnya untuk modal kerja berupa pembayaran reservasi slot kamar hotel, tiket pesawat, dan land arrangement,” bunyi kutipan prospektus.
Arsy Buana Travelindo dijadwalkan melantai di bursa pada 4 April 2023 dengan kode HAJJ. Tanggal efektif diperkirakan akan didapat pada 21 Maret 2023.
Kemudian, masa penawaran umum akan digelar pada 27 Maret hingga 31 Maret 2023. Lalu, tanggal penjatahan dan distribusi secara elektronik akan berlangsung pada 31 Maret dan 3 April 2023.
Editor: Jeanny Aipassa