Asosiasi Driver Online Dukung Moratorium Rekrutmen Driver Baru
JAKARTA, iNews.id – Kesepakatan pemerintah bersama perusahaan aplikasi penyedia jasa transportasi online (aplikator) untuk menghentikan sementara atau moratorium rekrutmen pengemudi (driver) taksi online mendapatkan sambutan positif dari para pengemudi.
Ketua Dewan Pengurus Pusat (DPP) Asosiasi Driver Online (ADO) Christiansen Ferary Wilmar mengapresiasi kesepakatan tersebut karena selama ini banyak pengemudi di lapangan yang mengeluh pendapatan mereka berkurang akibat terlalu banyaknya jumlah pengemudi.
Christian pun berharap, kesepakatan tersebut benar-benar bisa dijalankan dengan baik. Jika tidak dijalankan, dia mengatakan seharusnya pemerintah memberikan sanksi yang tegas kepada para aplikator.
“Kami menyambut baik dengan adanya keputusan yang sudah dikeluarkan oleh Kementerian Perhubungan, Kemenko Maritim, dan juga Kementerian Kominfo yang tenggat waktu 10 hari untuk menetapkan apa saja yang akan dilakukan dan sanksi apa yang akan diterima oleh perusahaan online apabila setelah dikeluarkannya moratorium mereka masih menerima penerimaan driver online baru,” kata dia di Jakarta, Selasa (13/3/2018).
Selain itu, dia juga menanti dashboard yang sedang dibuat oleh Kementerian Kominfo. Pasalnya, dashboard tersebut krusial untuk memantau perkembangan jumlah pengemudi di setiap daerah agar sesuai dengan kuota yang ditetapkan.
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan, pemerintah dan aplikator sepakat untuk menghentikan sementara rekrutmen pengemudi taksi online. Kesepakatan itu diambil usai rapat koordinasi yang digelar di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman, Jakarta, Senin (12/3/2018) dan dipimpin langsung oleh Luhut Panjaitan, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman.
Menhub mengatakan, ada dua poin utama yang menjadi keputusan rapat. Pertama, moratorium rekrutmen driver online karena jumlah driver taksi online terlalu banyak karena perusahaan melakukan rekrutmen hampir setiap hari. Akibatnya, kompetisi antar driver sangat ketat dalam mencari penumpang.
Kedua, kata Menhub, pemerintah sepakat supaya dashboard untuk memantau para driver taksi online di berbagai daerah yang selama ini berlarut-larut tidak jelas kapan selesai untuk diselesaikan. Kementerian Kominfo selaku penanggung jawab dalam membuat dashboard diminta untuk menyelesaikan dashborad paling lambat minggu ini.
Editor: Rahmat Fiansyah